Ekonomi

KOSPI Cetak Rekor Tertinggi 6.417,93 Poin di Tengah Ketegangan Global

×

KOSPI Cetak Rekor Tertinggi 6.417,93 Poin di Tengah Ketegangan Global

Share this article
KOSPI Cetak Rekor Tertinggi 6.417,93 Poin di Tengah Ketegangan Global
KOSPI Cetak Rekor Tertinggi 6.417,93 Poin di Tengah Ketegangan Global

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | KOSPI menutup sesi perdagangan pada 22 April 2026 dengan level 6.417,93 poin, mencatat kenaikan 0,46 persen dan menandai rekor tertinggi baru dalam sejarah indeks utama Korea Selatan. Pencapaian ini terjadi meski pasar global masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah yang terus menimbulkan kecemasan investor.

Pergerakan indeks dimulai dengan tekanan di zona 6.340 poin, namun pada sore hari indeks berhasil menembus level 6.400 poin, melampaui catatan tertinggi sebelumnya sebesar 6.388,47 poin. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli agresif investor ritel domestik yang membeli saham senilai hampir 1,78 triliun won, sementara investor asing dan institusional masing-masing menjual 741 miliar won dan 920 miliar won.

Berbagai sektor menunjukkan performa yang berbeda. Sektor logam mencatat kenaikan 3,00 persen, diikuti oleh peralatan transportasi dan komponen (2,71%), kimia (1,56%), instrumen medis dan presisi (1,41%), serta listrik dan gas (1,01%). Sebaliknya, sektor asuransi turun 1,76 persen, telekomunikasi turun 1,23 persen, dan konstruksi turun 1,21 persen.

Sektor Perubahan (%)
Logam +3,00
Peralatan Transportasi & Parts +2,71
Kimia +1,56
Instrumen Medis & Presisi +1,41
Listrik & Gas +1,01
Asuransi -1,76
Telekomunikasi -1,23
Konstruksi -1,21

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, Hyundai Heavy Industries unggul dengan kenaikan 10,7 persen, diikuti oleh Korea Shipbuilding & Offshore Engineering (+7,8%), Samsung Electro-Mechanics (+5,5%), Samsung Heavy Industries (+5,3%), LS ELECTRIC (+4,8%), Hanwha Ocean (+2,9%), dan Hyundai Mobis (+2,1%). Saham-saham asuransi seperti Samsung Life Insurance dan KB Financial Group mencatat penurunan masing-masing 2,9% dan 1,7%. Samsung Electronics hanya turun tipis 0,4%, sementara SK Hynix bergerak datar.

Sementara itu, indeks KOSDAQ berakhir pada 1.181,12 poin, naik 0,18 persen. Investor ritel dan asing tetap net buyer, masing-masing membeli 405 miliar won dan 95,96 miliar won, namun institusi menjual 374,36 miliar won. Pada KOSDAQ, saham-saham dengan kapitalisasi besar umumnya melemah, kecuali beberapa pelaku energi terbarukan dan farmasi kecil.

Para analis menilai bahwa meskipun faktor eksternal seperti ketegangan Iran menimbulkan sentimen risk-off, kinerja laba yang solid dan peningkatan order pada sektor-sektor kunci memberikan dukungan bagi KOSPI. Lee Kyungmin dari Daishin Securities mencatat, “Meskipun indeks sempat melemah di awal sesi, pemulihan didorong oleh permintaan domestik dan aliran beli investor ritel.”

Faktor lain yang memperkuat KOSPI adalah kembalinya aliran dana asing. Menurut data Korea Exchange, investor asing menjadi net buyer senilai 5,2479 triliun won pada bulan April, menandai perubahan signifikan dari penjualan masif pada Februari dan Maret. Pembelian ini terkonsentrasi pada sektor semikonduktor, dengan SK Hynix dan Samsung Electronics kembali menarik minat dana asing melalui ETF yang mengalokasikan setengah portofolio mereka pada kedua perusahaan.

Selain semikonduktor, sektor baterai sekunder juga menunjukkan momentum positif. Kenaikan harga litium, ekspektasi permintaan kendaraan listrik, dan kekhawatiran atas pasokan minyak akibat konflik Timur Tengah meningkatkan prospek penjualan baterai penyimpanan energi (ESS). Saham Samsung SDI naik 5,12 persen, LG Energy Solution naik 1,36 persen, Lotte Energy Materials naik 5,47 persen, dan Ecopro naik 0,67 persen pada sesi pagi.

Secara keseluruhan, kombinasi laba perusahaan yang kuat, aliran beli kembali dari investor asing, serta dukungan dari dana ETF domestik menciptakan fondasi yang solid bagi KOSPI untuk melampaui angka 6.400 poin meski berada di tengah gejolak geopolitik. Analisis selanjutnya akan memperhatikan bagaimana kebijakan moneter Korea serta perkembangan situasi di Timur Tengah dapat mempengaruhi sentimen pasar ke depan.

Dengan pencapaian rekor ini, KOSPI menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang menarik bagi pelaku pasar, baik domestik maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *