Ekonomi

Kelangkaan Bahan Bakar Diesel dan Dampaknya pada Masyarakat

×

Kelangkaan Bahan Bakar Diesel dan Dampaknya pada Masyarakat

Share this article
Kelangkaan Bahan Bakar Diesel dan Dampaknya pada Masyarakat
Kelangkaan Bahan Bakar Diesel dan Dampaknya pada Masyarakat

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juni 2026 | Kelangkaan bahan bakar diesel telah menjadi isu yang cukup mengemuka di beberapa daerah, terutama di Sumatera Barat. Menurut Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, kelangkaan ini diduga kuat bukan disebabkan oleh menipisnya kuota dari pusat, melainkan karena maraknya praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Andre menjelaskan bahwa setiap kali kelangkaan solar sedang masif berlangsung, di saat yang sama aktivitas PETI di Sumbar juga tengah marak.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar diesel juga mulai memengaruhi perilaku konsumen kendaraan. Jaringan diler Auto2000 mengungkapkan sebagian calon pembeli model diesel kini memilih menunda transaksi, sementara sebagian lainnya mulai melirik kendaraan hybrid sebagai alternatif. Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa kondisi tersebut terlihat pada sejumlah model diesel populer seperti Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner.

Pemerintah juga telah mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar dengan mewajibkan SPBU untuk mencampurkan bioetanol sebanyak 5% dalam bahan bakar minyak (BBM). Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa kewajiban ini sesuai dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan harga bahan bakar diesel non-subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, yang telah diturunkan pada penyesuaian kali ini. Harga Dexlite di wilayah Jakarta turun menjadi Rp 23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex seharga Rp 24.800 per liter.

Mitsubishi Destinator Exceed juga telah diluncurkan sebagai SUV keluarga premium yang mengedepankan ketangguhan, kenyamanan, serta efisiensi biaya operasional. Mobil ini dibekali mesin turbo 1.500 cc dengan water cooled intercooler yang mampu menghadirkan akselerasi optimal sekaligus tetap hemat bahan bakar.

Kesimpulan, kelangkaan bahan bakar diesel dan kenaikan harga bahan bakar telah menjadi isu yang cukup mengemuka di beberapa daerah. Pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar dengan mewajibkan SPBU untuk mencampurkan bioetanol sebanyak 5% dalam BBM. Selain itu, harga bahan bakar diesel non-subsidi juga telah diturunkan pada penyesuaian kali ini. Mitsubishi Destinator Exceed juga telah diluncurkan sebagai SUV keluarga premium yang mengedepankan ketangguhan, kenyamanan, serta efisiensi biaya operasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *