Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Berita terbaru menunjukkan bagaimana teknologi tele semakin memengaruhi dua bidang krusial: kesehatan anak dan media. Di Singapura, program tele-dentistry yang dinamakan HEADS-UPP (HEAlth and Development SUpport in Preschool Partnerships) diluncurkan pada Januari 2023 untuk mengintervensi dini risiko karies pada anak-anak berpendapatan rendah. Program ini memadukan penilaian risiko perilaku dengan pemeriksaan gambar gigi secara daring, memberi orang tua wawasan personal dan panduan prioritas dalam perawatan mulut anak.
Data penelitian sebelumnya mengungkapkan peningkatan prevalensi karies pada balita, dari 17,8% pada usia dua tahun menjadi 42,9% pada usia tiga tahun. Anak-anak dari keluarga berpendapatan rendah menunjukkan kunjungan ke dokter gigi yang jauh lebih rendah (kurang dari 50%) dibandingkan rekan mereka yang lebih mampu (75,4%). Bahkan, hanya 13,3% yang berhasil mengakses perawatan spesialis dalam tiga hingga empat bulan setelah diagnosis, dan 28,9% saja yang melakukan kunjungan rutin setahun sekali.
Dengan mengadopsi tele-dentistry, HEADS-UPP menargetkan celah tersebut. Orang tua menerima laporan berbasis gambar yang diinterpretasikan oleh tim dentis universitas, termasuk A/Prof Catherine Hong dari Fakultas Kedokteran Gigi NUS, serta dokter spesialis paediatric dentistry Dr. Ishreen Dhillon. Laporan tersebut memuat rekomendasi tindakan spesifik, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih awal dan mengurangi kebutuhan perawatan kompleks.
- Penilaian risiko perilaku melalui kuesioner digital.
- Pemeriksaan foto intraoral yang diunggah oleh orang tua.
- Feedback klinis dalam 48 jam dengan rencana perawatan terpersonalisasi.
Penerapan model ini tidak hanya meningkatkan kesehatan mulut anak, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan sumber daya kesehatan dengan menghindari prosedur mahal pada tahap lanjut. Pemerintah Singapura dan lembaga kesehatan menganggap inisiatif ini sebagai model bagi program preventif berbasis tele di negara lain.
Di sisi lain, di Turki, jaringan televisi TELE1 menjadi sorotan setelah otoritas keuangan negara, TMSF, mengumumkan penjualannya seharga 28 juta lira. Penjualan ini terjadi setelah pendiri dan editor-in-chief, Merdan Yanardağ, ditangkap pada Oktober 2022 dengan tuduhan spionase. Penahanan Yanardağ selama enam bulan tanpa proses peradilan memicu kritik luas, terutama karena harga jual yang ditetapkan dianggap lebih rendah dari biaya operasional tiga bulan kanal tersebut.
Yanardağ melalui kuasa hukumnya menyatakan bahwa tindakan penjualan merupakan upaya untuk merampas nilai yang telah dibangun melalui kerja keras timnya, serta menutup suara kritis media terhadap pemerintah. Setelah penyitaan, sebagian besar karyawan dipecat, dan garis editorial yang sebelumnya pro-oposisi diubah secara drastis. Sebagai respons, tim lama mendirikan kanal baru bernama TELE2 pada November 2022, melanjutkan siaran di platform alternatif.
Kejadian ini menyoroti tantangan kebebasan pers dalam era digital, di mana kontrol atas infrastruktur media dapat beralih melalui mekanisme keuangan. Sementara itu, istilah “tele” dalam konteks ini merujuk pada telekomunikasi yang menjadi basis bagi kedua fenomena: tele-dentistry yang memanfaatkan jaringan data untuk layanan kesehatan, dan tele-televisi yang bergantung pada transmisi sinyal untuk penyebaran informasi.
Di tingkat global, inovasi tele semakin meluas, termasuk kolaborasi robotik antara Thailand dan China dalam bidang bedah, yang menandai langkah pertama penggunaan robot medis lintas negara. Walaupun tidak terkait langsung dengan dua kasus di atas, perkembangan ini menegaskan bahwa teknologi tele terus memperluas batasan tradisional dalam sektor kesehatan dan media.
Secara keseluruhan, contoh-contoh ini mengilustrasikan potensi transformasi yang ditawarkan oleh tele, baik dalam meningkatkan akses layanan kesehatan anak melalui tele-dentistry, maupun dalam menimbulkan dinamika politik dan ekonomi pada industri penyiaran. Pengawasan regulasi, transparansi, serta komitmen pada manfaat publik menjadi kunci untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tele memberi dampak positif bagi masyarakat luas.











