Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 April 2026 | Jeddah menjadi saksi sebuah laga semarak pada 21 April 2026 ketika Machida Zelvia dari Jepang menumbangkan Shabab Al-Ahli yang berbasis Dubai dengan skor tipis 1-0 dalam babak semifinal AFC Champions League Elite 2025-26. Kemenangan ini tidak hanya mengukir sejarah bagi debutan Jepang di kompetisi klub paling bergengsi di Asia, tetapi juga memicu kontroversi VAR yang mengundang protes keras dari pelatih Shabab Al-Ahli, Paulo Sousa.
Gol tunggal datang pada menit ke-12 melalui aksi cepat Yuki Soma. Setelah Bogdan Planic melakukan back‑pass yang kurang tepat, Soma berhasil menyusul bola dan menaklukkan kiper Hamad Al‑Meqbaali dengan tembakan terarah. Gol tersebut memberi Machida keunggulan awal yang cukup krusial mengingat intensitas serangan kedua tim yang sangat tinggi.
Di babak pertama, Machida hampir menambah keunggulan ketika wasit Shaun Evans menunjuk titik penalti untuk Yuki Soma setelah duel sengit dengan Federico Cartabia. Namun, setelah memeriksa monitor pitch‑side, Evans membatalkan keputusan tersebut, menambah ketegangan di antara pendukung kedua kubu.
Usaha keras Shabab Al-Ahli untuk menyamakan kedudukan terus berlanjut. Pada menit ke-30, pemain Brasil Guilherme Bala menembakkan bola ke sudut jauh kanan gawang, namun gol tersebut dibatalkan karena posisi offside. Tak lama kemudian, pemain lain, Kauan Santos, menabrak tiang gawang, menambah frustrasi bagi tim asal Uni Emirat Arab.
- 12′: Yuki Soma (Machida) – gol pembuka.
- 30′: Guilherme Bala (Shabab) – gol dibatalkan karena offside.
- 45+2′: Upaya penalti Soma dibatalkan setelah review VAR.
- 84′: Mohammed Juma (Shabab) – tendangan melebar.
- 90+1′: Guilherme Bala mencetak gol, namun dinyatakan tidak sah karena substitusi Machida belum selesai.
Menjelang akhir pertandingan, Bala berhasil menembus pertahanan Machida dan menembakkan bola ke sudut jauh kanan, tampak sebagai gol penyelamat bagi Shabab Al-Ahli. Namun, Evans kembali memeriksa monitor dan memutuskan bahwa Machida belum menyelesaikan pergantian pemain pada saat bola dilempar, sehingga gol tersebut dinyatakan tidak sah. Keputusan ini memicu kemarahan Paulo Sousa yang melontarkan kritik tajam terhadap kualitas keputusan wasit, menilai insiden tersebut sebagai “kesalahan teknis yang mengubah jalannya pertandingan”.
Dengan hasil akhir 1-0, Machida Zelvia melaju ke final melawan Al-Ahli Saudi, tim yang tengah mempertahankan gelar juara. Pertandingan final dijadwalkan pada Sabtu mendatang, dan Machida bertekad untuk mencegah tim asal Riyadh mengukir sejarah kembali menjadi juara berturut‑turut pertama sejak 2005.
Keberhasilan Machida Zelvia menjadi sorotan utama, mengingat ini merupakan debut mereka di AFC Champions League Elite. Tim Jepang ini menunjukkan taktik disiplin dan serangan cepat yang efektif, memanfaatkan kesalahan lawan serta menjaga konsistensi pertahanan hingga menit-menit akhir.
Di sisi lain, insiden VAR yang kontroversial menambah perdebatan tentang peran teknologi dalam sepak bola. Banyak pihak, termasuk pelatih dan pengamat, menuntut peninjauan kembali prosedur VAR untuk menghindari keputusan yang dapat merugikan tim secara signifikan.
Dengan latar belakang Jeddah yang megah di Prince Abdullah Al‑Faisal Sports City Stadium, pertandingan ini tidak hanya memperlihatkan kualitas sepak bola Asia, tetapi juga menegaskan pentingnya keadilan dan transparansi dalam penggunaan teknologi pada kompetisi tingkat tinggi.
Seiring menantikan final, para penggemar sepak bola di seluruh Asia menanti apakah Machida Zelvia dapat melanjutkan kejutan mereka atau Al‑Ahli Saudi akan kembali mendominasi puncak kompetisi.











