Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Juni 2026 | Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun rumah sakit khusus jantung dan stroke.
Rumah sakit ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga untuk berobat ke luar daerah, khususnya ke kota-kota besar seperti Jakarta. Gubernur Hidayat Arsani menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam waktu dekat.
Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Eddy Iskandar, juga menyoroti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat sebanyak 1.549 jiwa kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang telah meninggal dunia masih dibayarkan iuran BPJS Kesehatan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Eddy Iskandar menjelaskan bahwa persoalan tersebut terjadi akibat data kependudukan yang tidak terintegrasi secara otomatis. Sehingga perubahan data seperti kematian atau perpindahan penduduk tidak langsung tercatat dalam sistem apabila tidak dilaporkan.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung juga mengapresiasi keberhasilan Polda Kepulauan Bangka Belitung menggagalkan peredaran 40 kilogram sabu di Belitung yang dinilai mampu menyelamatkan ribuan masyarakat dari bahaya narkotika.
Kepala BNNP Kepulauan Babel, Eko Kristianto, mengatakan bahwa pola peredaran narkotika di Bangka Belitung mulai berubah. Jika sebelumnya banyak dikendalikan pelaku dari luar daerah, kini sejumlah bandar merupakan warga asli Bangka Belitung.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberantas peredaran narkotika, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen untuk bekerja sama dengan instansi terkait.
Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bangka Belitung dan membuat daerah tersebut menjadi lebih sejahtera.











