HUKUM

Clara Shinta Tetap Cinta Suami Meski Gugat Cerai, Kasus VCS Mengguncang Publik

×

Clara Shinta Tetap Cinta Suami Meski Gugat Cerai, Kasus VCS Mengguncang Publik

Share this article
Clara Shinta Tetap Cinta Suami Meski Gugat Cerai, Kasus VCS Mengguncang Publik
Clara Shinta Tetap Cinta Suami Meski Gugat Cerai, Kasus VCS Mengguncang Publik

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Artis Clara Shinta kembali menjadi sorotan publik setelah secara terbuka mengumumkan gugatan cerainya terhadap suami, Muhammad Alexander Assad, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Keputusan tersebut diambil setelah Clara menemukan bukti video call seksual (VCS) antara suaminya dan seorang wanita bernama Indah, yang kemudian dipublikasikan di media sosial. Meskipun menegaskan tekadnya untuk berpisah, Clara mengakui bahwa hatinya masih menyimpan rasa cinta yang mendalam kepada suami.

Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Clara menyampaikan bahwa proses hukum telah dimulai. “Sejauh ini insya Allah saya mantap berpisah, sudah didaftarkan ke Pengadilan Agama Jaksel,” ujarnya dengan nada tegas namun bergetar. Ia meminta doa dan dukungan dari publik, menambahkan bahwa keputusan untuk bercerai bukanlah hal yang mudah. “Saya juga terseok‑sekok, mau mati rasanya saya kalau harus berpisah sama suami saya karena saya cinta sama dia,” kata Clara sambil menahan air mata.

Kasus ini bermula pada akhir Maret 2026, ketika Clara menemukan bukti VCS yang memperlihatkan suaminya sedang melakukan panggilan video tidak senonoh dengan wanita lain. Bukti tersebut kemudian diunggah ke media sosial dengan harapan menjadi sanksi sosial bagi sang suami dan pihak lain yang terlibat. “Dengan mempublikasikan tindakan asusila ini, saya rasa sudah cukup menjadi hukuman berat untuk Indah dan suami saya,” tegas Clara.

Indah, yang diidentifikasi sebagai Tri Indah R, mengirimkan somasi kepada Clara, menuntut ganti rugi psikologis sebesar Rp10,7 miliar karena menurutnya, publikasi tersebut mengganggu kondisi mental dan pekerjaan. Clara menanggapi somasi tersebut dengan menyatakan bahwa kesalahan tidak hanya terletak pada Indah, tetapi juga pada suaminya, sehingga tindakan hukum akan dilanjutkan sesuai dengan porsi masing‑masing.

Kuasa hukum Clara, pengacara senior Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa semua proses hukum akan diproses melalui Pengadilan Agama Jakarta Selatan, termasuk kemungkinan mediasi. “Klien saya tetap terbuka untuk mediasi dan siap bertemu suami dalam rangka menyelesaikan perkara secara damai,” ujar Sunan Kalijaga. Ia menambahkan bahwa komunikasi antara Clara dan suaminya kini lebih difasilitasi melalui dirinya, mengingat suami tetap berusaha menghubungi Clara untuk memperbaiki hubungan, tetapi kontak langsung telah dibatasi.

Clara juga mengungkapkan dampak emosional yang dirasakannya. Ia merasa dikhianati tidak hanya oleh suami, tetapi juga oleh orang lain yang terlibat. “Saya bukan hanya dikhianati, dia mengkhianati keluarga kami, anak‑anak kami,” kata Clara. Ia menegaskan bahwa keputusan bercerai diambil demi melindungi kesehatan mental dan masa depan anak‑anaknya.

Reaksi publik beragam. Banyak netizen yang memberikan dukungan moral kepada Clara, menyatakan bahwa keputusan untuk menuntut haknya secara hukum adalah langkah berani. Namun, sebagian juga mengkritik publikasi bukti VCS sebagai pelanggaran privasi. Di sisi lain, media mengamati bahwa kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan hukum terhadap korban perselingkuhan dan penyalahgunaan teknologi.

Pengadilan Agama Jakarta Selatan belum mengumumkan tanggal sidang definitif, namun pihak kuasa hukum menyatakan bahwa proses akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sementara itu, Clara bertekad untuk fokus pada pemulihan diri dan kesejahteraan anak‑anaknya, serta berharap proses hukum dapat memberikan keadilan yang seimbang bagi semua pihak yang terlibat.

Kasus Clara Shinta ini menambah daftar contoh selebritas Indonesia yang mengajukan gugatan cerai setelah menemukan bukti perselingkuhan digital. Kejadian ini sekaligus mempertegas pentingnya kesadaran akan konsekuensi hukum dan sosial yang dapat muncul dari tindakan asusila yang terekam secara elektronik.

Seiring proses hukum berjalan, Clara tetap mengingatkan bahwa hati seorang wanita masih dapat mencintai meski berada di jalur perpisahan. “Saya masih mencintainya, tetapi hati saya sakit dan dikecewakan. Keputusan ini demi kebaikan keluarga,” tuturnya dalam penutupan konferensi pers.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *