Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Juni 2026 | Sebuah pesawat Boeing 777 terlihat melakukan pendaratan sangat rendah di atas lapangan terbang di Texas, Amerika Serikat. Menurut data dari layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24, pesawat itu terbang setinggi tidak lebih dari 25 kaki di atas tanah saat melakukan pendaratan rendah di Horseshoe Bay Resort Jet Center.
Pesawat itu milik Jetran, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan pesawat dan konversi penumpang ke kargo. Menurut pernyataan Jetran, pesawat itu sedang melakukan penerbangan uji sebelum diserahkan kepada Qatar Airways Cargo.
Pilot veteran, Mark Stephens, mengatakan bahwa manuver pesawat itu sangat berisiko dan bisa menyebabkan kecelakaan besar. Ia juga mengatakan bahwa sayap pesawat itu hampir menyentuh tanah, sehingga bisa menyebabkan kerusakan parah.
Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) telah memulai penyelidikan atas insiden ini. Qatar Airways juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat itu tidak dimiliki oleh mereka dan bahwa pilot yang terlibat bukanlah pilot Qatar Airways.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan tentang keselamatan penerbangan dan pentingnya mengikuti prosedur yang benar saat melakukan pendaratan.
Perlu diingat bahwa pesawat Boeing 777 adalah salah satu pesawat terbesar di dunia dan memiliki sayap yang sangat lebar, sehingga memerlukan ruang yang cukup untuk melakukan pendaratan dengan aman.
Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa insiden yang melibatkan pesawat Boeing 777, sehingga menimbulkan keprihatinan tentang keselamatan pesawat ini.
Namun, perlu diingat bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama bagi semua pihak yang terkait, termasuk maskapai penerbangan, pilot, dan otoritas penerbangan.
Oleh karena itu, insiden ini harus diinvestigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya dan mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah insiden serupa di masa depan.









