Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Timnas Indonesia baru saja tersingkir dari Piala AFF 2026 dan performa kiper Nadeo Argawinata menjadi sorotan. Pengamat sepakbola, Tommy Welly atau Bung Towel, menilai kehadiran pemain naturalisasi di posisi penjaga gawang berdampak terhadap menurunnya level kompetitif kiper lokal Timnas Indonesia.
Menurut Bung Towel, kekhawatiran tersebut sebenarnya sudah muncul sejak Maarten Paes dan Emil Audero bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia menilai para kiper lokal yang sebelumnya bersaing memperebutkan posisi utama justru kehilangan kesempatan tampil di level internasional.
Bung Towel menyoroti penampilan Nadeo Argawinata yang kembali dipercaya menjadi starter setelah cukup lama tidak bermain di level internasional. “Nadeo terakhir main November 2023. Setelah itu tidak pernah dipanggil lagi, kemudian kembali dipanggil dan sekarang langsung jadi inti. Menurut saya ada kekurangan pengalaman karena sudah terlalu lama tidak bermain di level itu,” katanya.
Selain Nadeo, Bung Towel juga menyinggung perjalanan karier Ernando Ari. Ia menilai kiper Persebaya Surabaya tersebut telah melewati seluruh jenjang pembinaan hingga tim nasional senior, namun posisinya tergeser setelah hadirnya kiper naturalisasi.
Timnas Indonesia sendiri gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya mengumpulkan tujuh poin dari empat pertandingan. Padahal, Timnas Indonesia membuka Piala AFF 2026 dengan meyakinkan, membantai Timnas Kamboja 5-1 dan Timnas Timor Leste tiga gol tanpa balas.
Namun, dua laga terakhir Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026 justru berakhir dengan antiklimaks. Skuad Garuda dipermalukan Timnas Vietnam 0-3 di kandang dan diimbangi tuan rumah Timnas Singapura 1-1.
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, membela performa para pemainnya bersama Timnas Indonesia yang tersingkir di babak penyisihan Piala AFF 2026. Ia menegaskan bahwa para pemain Persija yang dipinjamkan ke Timnas Indonesia sudah berusaha maksimal.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, juga mengungkapkan alasan gonta-ganti kiper di sepanjang fase grup Piala AFF 2026. Menurutnya, keputusan tersebut bukan karena dirinya menilai Nadeo tampil buruk, melainkan karena ingin memberikan kesempatan kepada kedua penjaga gawang untuk bersaing memperebutkan posisi.
“Ya, kami sudah mengatakan kepada kedua penjaga gawang bahwa mereka harus bersaing untuk mendapatkan tempat. Tidak ada penjaga gawang utama yang sudah ditentukan sejak awal,” ungkap John Herdman.
Kesimpulan dari performa Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 adalah bahwa kehadiran pemain naturalisasi di posisi penjaga gawang berdampak terhadap menurunnya level kompetitif kiper lokal. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas kiper lokal dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di level internasional.











