Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 Juni 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) baru-baru ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam peringkat dunia. Menurut Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, UGM naik 41 peringkat dan kini menempati posisi ke-41 dunia. Capaian ini menjadi tonggak baru bagi UGM dalam pemeringkatan global berbasis dampak sosial dan lingkungan.
Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika atas peningkatan tersebut. Ia menilai capaian itu menunjukkan penguatan peran UGM dalam mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola institusi.
Namun, di balik kesuksesan ini, UGM juga terlibat dalam beberapa kontroversi politik. Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto, baru-baru ini menjadi sorotan karena dituduh memiliki afiliasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tiyo sendiri menyangkal tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa ia tetap independen sebagai individu yang merdeka.
Menurut Tiyo, tuduhan-tuduhan tersebut dilakukan untuk menyibukkan dirinya dan mengalihkan perhatian dari isu-isu yang lebih substantif. Ia memilih untuk fokus pada hal-hal yang strategis dan hal-hal substantif, seperti mengawal isu kebijakan publik yang lebih penting.
Selain kontroversi politik, UGM juga terlibat dalam isu lain seperti penerimaan uang oleh mahasiswa untuk melakukan demonstrasi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto terdiam seribu bahasa saat ditanya perihal eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang dipolisikan terkait dugaan penghasutan hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penilaian THE Impact Rankings 2026, UGM meraih skor keseluruhan 93,2 dari 100. Peningkatan ini didorong oleh performa kuat pada sejumlah indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Penilaian THE Impact Rankings didasarkan pada kontribusi nyata universitas, antara lain melalui pelaporan institusi serta data bibliometrik dari Elsevier.
Universitas peserta diwajibkan mengikuti minimal empat kategori SDG, termasuk SDG 17: Partnership for the Goals sebagai komponen wajib. Dengan peningkatan peringkat ini, UGM menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional.
Di akhir, UGM tetap menjadi salah satu universitas terkemuka di Indonesia, dengan peningkatan peringkat dunia dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Meskipun terlibat dalam beberapa kontroversi politik, UGM tetap fokus pada misi pendidikan dan penelitian yang berkelanjutan.











