Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 April 2026 | Jakarta – Pengusaha Indonesia Erick Thohir, yang kini menjabat sebagai pemilik klub Inter Milan dan mantan ketua Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSI), menyampaikan harapannya agar Arsenal FC dapat mengangkat trofi Premier League pada musim 2025/2026. Doa tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media lokal, di mana Thohir menegaskan dukungannya terhadap Gunners yang tengah berada di puncak klasemen sementara.
Arsenal saat ini memimpin dengan 70 poin, unggul tiga poin atas Manchester City yang memiliki 67 poin namun masih memiliki satu pertandingan yang belum dijalankan. Pertandingan tersisa bagi City melawan Crystal Palace dapat menjadi faktor penentu. Jika City memenangkan laga itu, selisih poin dapat berkurang menjadi hanya satu, menambah ketegangan pada fase akhir musim.
Skema perolehan poin yang masih terbuka membuat kedua tim harus berjuang keras. Berikut adalah skenario utama yang dapat menentukan juara:
- Skema Arsenal menjadi juara: Arsenal harus memenangkan tiga laga terakhir melawan Newcastle United, Fulham, dan West Ham United, sementara City harus kalah di tiga pertandingan berikutnya. Dengan kondisi ini, Arsenal dapat mengakhiri musim dengan 79 poin, mengunci gelar sebelum pertandingan melawan Burnley.
- Skema Manchester City menjadi juara: City perlu meraih kemenangan dalam empat laga berikutnya (Burnley, Everton, Brentford, Bournemouth). Jika Arsenal mengalami tiga kekalahan, City akan menutup musim dengan 79 poin, mengunci gelar pada laga melawan Bournemouth.
Dalam konteks ini, Erick Thohir menekankan pentingnya konsistensi mental dan taktik. “Arsenal memiliki kualitas pemain yang luar biasa, tetapi dalam kompetisi setingkat Premier League, detail kecil seperti selisih gol atau hasil head‑to‑head dapat menjadi penentu utama,” ujar Thohir. Ia menambahkan, “Saya yakin Mikel Arteta dapat memaksimalkan potensi skuadnya, terutama di tengah tekanan dari jadwal padat Liga Champions.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa keunggulan Arsenal terletak pada pertahanan yang stabil dan kreativitas di lini serang yang dipimpin oleh Gabriel Jesus dan Bukayo Saka. Di sisi lain, Manchester City mengandalkan kekuatan ofensif Erling Haaland serta kedalaman skuad yang dimiliki Pep Guardiola.
Statistik akhir musim ini menunjukkan bahwa Arsenal memiliki selisih gol +45, sementara City berada di +42. Jika kedua tim berakhir dengan poin yang sama, aturan tie‑break Premier League menitikberatkan pada selisih gol terlebih dahulu, kemudian total gol, dan terakhir hasil pertemuan langsung. Kemenangan City atas Arsenal pada 19 April 2026 di Etihad Stadium, dengan skor 2‑1, memberi City keuntungan tambahan pada head‑to‑head.
Namun, Thohir tetap optimis. “Dukungan saya bukan sekadar kata‑kata, saya juga mengamati perkembangan akademi sepak bola di Indonesia yang semakin terhubung dengan klub-klub Eropa. Jika Arsenal berhasil, itu akan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk bermimpi lebih tinggi,” ungkapnya.
Selain tekanan kompetisi, faktor kebugaran pemain menjadi variabel penting. Arsenal harus mengelola beban pemain kunci menjelang penutup musim, mengingat mereka juga berpartisipasi di fase semifinal Liga Champions. Sementara City, yang baru saja memenangkan Carabao Cup, memiliki kedalaman skuad yang memungkinkan rotasi tanpa menurunkan kualitas.
Para analis menilai bahwa akhir pekan terakhir kompetisi akan menjadi penentu. Jika Arsenal menambah tiga poin dan City gagal menambah poin, Arsenal akan mengunci gelar pada 10 Mei 2026. Sebaliknya, kemenangan City di semua laga tersisa akan menutup peluang Arsenal.
Erick Thohir menutup pernyataannya dengan harapan bahwa persaingan ini akan meningkatkan standar sepak bola Indonesia. “Kami ingin melihat lebih banyak pemain Indonesia bermain di panggung terbesar, dan keberhasilan Arsenal dapat membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih kuat antara klub-klub Eropa dan akademi di Tanah Air,” tutupnya.











