Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Juni 2026 | Ekspor merupakan salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Namun, kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah, seperti kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), memicu kekhawatiran pasar terhadap kinerja emiten batu bara dan CPO.
Pasar menunjukkan sikap skeptis yang menyebabkan penurunan IHSG dan sektor energi secara signifikan setelah pengumuman kebijakan pada Juni 2026. Emiten seperti AALI dan ITMG dinilai paling sensitif terhadap potensi pemotongan margin pendapatan ekspor yang diterapkan oleh pihak DSI.
Di sisi lain, pengiriman perdana pupuk urea Indonesia ke Australia dengan skema government-to-government (GTG) menandai semakin eratnya kerja sama kedua negara di bidang ketahanan pangan. Urea dari Indonesia menopang produksi gandum dan kapas Australia, sementara hasil pertanian negara kanguru tersebut menjadi pemasok penting bagi industri pangan dan tekstil nasional.
Koperasi Produsen Syariah Gambir Anam Koto Mandiri asal Sumatera Barat juga menjalin kerja sama dengan Holding Pangan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD untuk menjajaki ekspor produk gambir ke pasar internasional. Kerja sama ini membidik potensi pasar di India dan Pakistan dengan estimasi nilai mencapai 732.831 dolar AS.
Selain itu, peluang usaha ekspor produk UMKM Bali juga cukup bagus dan terbuka lebar. Nilai ekspor produk dari Bali pada 2025 mencapai hingga US$ 565 juta. Beberapa produk pertanian dan pangan yang memiliki nilai ekspor adalah kopi kintamani, vanili, cokelat artisan, garam kusamba hingga arak Bali.
Heru Budiantoro, pemilik Luthfi Craft, juga berhasil mengembangkan usaha kerajinan tangan eceng gondok menjadi produk ekspor ke 3 benua. Bermodal Rp5 juta, Heru mulai mengembangkan berbagai produk berbahan serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang.
Kesimpulan, ekspor Indonesia memiliki peluang dan tantangan yang harus dihadapi. Kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah harus diimbangi dengan kemampuan adaptasi dan inovasi dari pelaku usaha. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspor dan memperkuat perekonomian negara.











