Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Juni 2026 | Di tengah-tengah perayaan Eid Mubarak, Jakarta menyaksikan dua wajah berbeda. Di satu sisi, masyarakat Muslim merayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh suka cita dan kebahagiaan. Di sisi lain, sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa tersebut digelar pada siang hari, Jumat (12/6), dengan beberapa tuntutan, antara lain menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan pokok. Ketua Koordinator Lapangan Aksi BEM UI, Albani Hilmi, mengatakan bahwa aksi tersebut juga menuntut pemerintah untuk menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta menghentikan militerisme di ranah sipil.
Sampai siang hari, belum ada massa aksi di kawasan Bundaran HI, hanya terlihat sejumlah aparat keamanan dan stakeholder lainnya. Lalu lintas di kawasan tersebut masih terlihat lancar dan belum ada penutupan arus lalu lintas.
Sementara itu, di tempat lain, Mubarak Mandi, sebuah kompleks warisan sejarah yang terletak di Jammu dan Kashmir, India, sedang dalam proses restorasi. Kompleks ini telah dinyatakan sebagai monumen yang dilindungi sejak 2005 dan menampilkan warisan Dinasti Dogra.
Restorasi Mubarak Mandi telah berlangsung selama beberapa tahun dan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, proses restorasi tersebut masih jauh dari selesai dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikannya.
Dalam kesimpulan, Eid Mubarak dan demonstrasi mahasiswa di Jakarta menunjukkan dua wajah berbeda dari masyarakat Indonesia. Di satu sisi, ada kebahagiaan dan suka cita dalam merayakan hari raya, di sisi lain, ada ketidakpuasan dan tuntutan akan perubahan dari pemerintah.









