Internasional

Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia, Rusia Menghadapi Krisis BBM

×

Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia, Rusia Menghadapi Krisis BBM

Share this article
Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia, Rusia Menghadapi Krisis BBM
Ukraina Gempur Jalur Logistik Utama Rusia, Rusia Menghadapi Krisis BBM

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juni 2026 | Perang antara Ukraina dan Rusia semakin memanas. Pasukan Ukraina kini berupaya merebut kendali atas jalur pasokan utama tentara Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki oleh pihak Kremlin. Menurut pejabat militer Ukraina, senjata jarak menengah yang baru dikembangkan kini mampu menjangkau jalur logistik Rusia hingga di garis depan.

Drone Ukraina dilaporkan melakukan pengintaian dan serangan di sekitar Mariupol. Artinya, sebagian koridor darat yang menghubungkan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia dengan Semenanjung Krimea, yang berjarak sekitar 160 kilometer, kini berada dalam jangkauan serangan Ukraina.

Sebagai bukti, militer Ukraina telah mengunggah sejumlah video di internet yang diklaim memperlihatkan kendaraan militer Rusia hangus terbakar di sepanjang jalur menuju Krimea melalui wilayah pendudukan di Ukraina bagian selatan.

Rusia juga menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat serangan drone Ukraina yang berlangsung tanpa henti ke wilayah-wilayah yang diduduki Rusia. Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Krimea, semenanjung yang dianeksasi Rusia pada 2014 dan hingga kini masih menjadi pusat sengketa internasional.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah itu dilaporkan mengalami kesulitan logistik serius mulai dari gangguan distribusi hingga kelangkaan pasokan. Gangguan tersebut sebagian besar berkaitan dengan serangan Ukraina terhadap jalan raya utama dan jembatan strategis yang menghubungkan Kota Rostov di Rusia selatan ke Krimea melalui Kota Mariupol yang diduduki Rusia.

Uni Eropa juga mengusulkan paket sanksi ke-21 untuk Rusia, yang menargetkan sektor-sektor utama termasuk energi, jasa keuangan dan kripto, perdagangan, serta, untuk pertama kalinya, perikanan. Langkah-langkah yang diusulkan mencakup penangguhan mekanisme penyesuaian otomatis batas harga minyak hingga Januari tahun depan.

Sebanyak 30 kapal tambahan akan dimasukkan ke dalam daftar sanksi, di luar 632 kapal yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk pertama kalinya, sanksi juga akan menargetkan kapal-kapal yang menyediakan layanan pendukung bagi “armada bayangan” termasuk operasi penyuplaian bahan bakar (bunkering).

Krisis ini semakin memperburuk situasi di Rusia, yang sudah menghadapi tekanan dari komunitas internasional. Dengan sanksi yang semakin ketat, Rusia akan semakin sulit untuk mempertahankan operasi militer di Ukraina.

Kesimpulan dari perang antara Ukraina dan Rusia ini masih belum terlihat. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa perang ini telah menyebabkan kerugian besar bagi kedua belah pihak, baik dari segi manusia maupun ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *