Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juni 2026 | Paus Leo baru-baru ini mengeluarkan seruan yang kuat kepada para pemimpin global, meminta mereka untuk mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi terhadap migran dan memperingatkan bahwa sejarah akan menghukum mereka yang membiarkan individu yang melarikan diri dari perang atau kemiskinan menderita.
Menurut Paus Leo, martabat manusia tidak memiliki paspor dan tidak kehilangan nilainya ketika menyeberangi perbatasan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki nilai inheren yang sama.
Ia menyampaikan seruan ini dari Kepulauan Canary, Spanyol, sebuah titik panas migrasi yang kritis. Paus Leo berbicara di depan ribuan orang yang berkumpul di pelabuhan Arguineguin, Gran Canaria, yang dikenal sebagai ‘Dock of Shame’ oleh organisasi bantuan setelah sekitar 1.000 migran mengalami kondisi yang buruk selama fase awal pandemi COVID-19.
Paus Leo juga mengingatkan bahwa sejarah akan menghakimi mereka yang membiarkan kematian migran menjadi pemandangan umum di sepanjang pantai. Ia menyerukan agar para pemimpin melindungi kehidupan dan tidak menyerah pada ketidakpedulian.
Peringatan Paus Leo ini sangat relevan dengan situasi migran saat ini, di mana banyak orang yang melarikan diri dari perang, kemiskinan, dan bencana alam. Ia menekankan bahwa para pemimpin harus mengambil tanggung jawab untuk melindungi kehidupan dan martabat manusia.
Dalam kesimpulan, Paus Leo menyerukan agar para pemimpin global mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi terhadap migran dan melindungi kehidupan mereka. Ia juga mengingatkan bahwa sejarah akan menghukum mereka yang membiarkan kematian migran menjadi pemandangan umum.











