Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 Mei 2026 | Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap Rupiah, bahkan hampir menyentuh Rp 17.900. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa harga BBM subsidi seperti Solar dan Pertalite tidak akan naik. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa pemerintah telah memperhitungkan produksi dalam negeri dan peningkatan kilang untuk menjaga harga BBM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memastikan bahwa harga energi khususnya BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski rupiah melemah. Ia menambahkan bahwa rata-rata harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) sekarang sekitar US$ 80, sehingga belum sampai US$ 100.
Namun, pelemahan rupiah berdampak langsung pada kenaikan harga sejumlah bahan baku yang masih bergantung pada impor seperti susu, gandum, kedelai, minyak nabati, hingga pupuk. Kondisi ini meningkatkan biaya operasional dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), termasuk ongkos distribusi dan pengolahan makanan.
Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyatakan bahwa kenaikan harga pangan dan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Umum PP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, mengatakan bahwa efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak dapat dihindari agar program MBG tetap berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melanjutkan kenaikan sebesar Rp 25.000 pada perdagangan Sabtu, 30 Mei 2026. Harga emas Antam hari ini naik Rp 25.000 sehingga dalam dua hari harga emas Antam bertambah Rp 45 ribu.
Dolar Singapura juga menembus posisi 14.000 terhadap rupiah pada Jumat, 29 Mei 2026. Nilai tukar rupiah belum mampu bangkit terhadap dolar Singapura, bahkan dolar Singapura menguat 0,11% terhadap rupiah.
Kesimpulan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan dolar Singapura berdampak signifikan pada harga BBM, listrik, dan bahan pangan. Pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.











