TEKNO

Starlink dan Perang Frekuensi di Eropa: Siapa yang Akan Membeli Spektrum Satelit?

×

Starlink dan Perang Frekuensi di Eropa: Siapa yang Akan Membeli Spektrum Satelit?

Share this article
Starlink dan Perang Frekuensi di Eropa: Siapa yang Akan Membeli Spektrum Satelit?
Starlink dan Perang Frekuensi di Eropa: Siapa yang Akan Membeli Spektrum Satelit?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Mei 2026 | Perang frekuensi di Eropa telah memasuki babak baru, terutama dengan kehadiran Starlink, layanan satelit internet milik Elon Musk. Uni Eropa (UE) berencana untuk mengalokasikan spektrum satelit baru untuk mendukung layanan komunikasi nirkabel di wilayah tersebut. Namun, rencana ini juga memicu persaingan sengit antara perusahaan Eropa dan non-Eropa, termasuk Starlink dan Amazon.

Pada Mei 2027, rezim frekuensi saat ini untuk pita satelit 2 gigahertz, yang diperuntukkan bagi aplikasi satelit mobile, akan berakhir. UE berencana untuk mengalokasikan kembali spektrum ini, dengan tujuan untuk mendukung pengembangan layanan komunikasi nirkabel di wilayah tersebut. Namun, rencana ini juga memicu kekhawatiran tentang dominasi perusahaan non-Eropa, seperti Starlink dan Amazon, di pasar satelit Eropa.

Menurut sumber, UE berencana untuk membagi spektrum satelit menjadi tiga bagian. Satu bagian akan diperuntukkan bagi otoritas komunikasi, satu bagian lagi akan diperuntukkan bagi perusahaan Eropa yang baru memasuki pasar, dan bagian terakhir akan dibuka untuk perusahaan non-Eropa, seperti Starlink dan Amazon. Namun, perusahaan non-Eropa hanya akan dapat mengakses satu bagian dari spektrum satelit yang tersedia.

Rencana ini telah memicu persaingan sengit antara perusahaan Eropa dan non-Eropa. Perusahaan Eropa, seperti Iris², berencana untuk mengembangkan layanan satelit mereka sendiri, sementara perusahaan non-Eropa, seperti Starlink dan Amazon, berencana untuk memperluas layanan mereka di Eropa. Persaingan ini diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan satelit di Eropa dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Dalam beberapa bulan terakhir, UE telah berusaha untuk meningkatkan kemampuan satelit mereka sendiri, termasuk proyek Iris², yang bertujuan untuk mengembangkan jaringan satelit Eropa yang dapat menyediakan layanan komunikasi nirkabel yang lebih baik. Namun, rencana ini juga memicu kekhawatiran tentang biaya dan kompleksitas proyek ini.

Kesimpulan, perang frekuensi di Eropa telah memasuki babak baru, dengan UE berencana untuk mengalokasikan spektrum satelit baru untuk mendukung layanan komunikasi nirkabel di wilayah tersebut. Persaingan sengit antara perusahaan Eropa dan non-Eropa diharapkan akan meningkatkan kualitas layanan satelit di Eropa dan memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Namun, rencana ini juga memicu kekhawatiran tentang biaya dan kompleksitas proyek ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *