Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terus melemah dan mencapai level terburuk sepanjang sejarah, yaitu di atas 17.800 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk defisit anggaran fiskal Indonesia dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu yang diumumkan Presiden Prabowo.
Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, defisit anggaran fiskal Indonesia menjadi momok bagi pasar keuangan dan menjadi sentimen negatif yang menekan nilai tukar di hadapan greenback. Selain itu, kebijakan ekspor komoditas satu pintu juga membuat pemeringkat internasional akan menurunkan rating utang pemerintah Indonesia.
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh harga minyak Brent yang melandai di level US$85,65 per barel, sejalan dengan optimisme kesepakatan damai yang dijalin Amerika Serikat dengan Iran. Namun, sentimen negatif dari dalam negeri saat ini justru terjadi ketika kondisi eksternal mulai mereda.
Nilai tukar rupiah kian melemah hingga mendekati 17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini, level terburuk sepanjang sejarah. Tekanan terhadap rupiah ternyata lebih besar datang dari yuan Cina, dengan pelemahan hampir 10% sejak awal tahun.
Yuan Cina menguat hampir 3% terhadap dolar AS sepanjang tahun ini. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) juga melemah 0,17% ke 99,07. Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,02% atau 3 poin ke Rp17.747 per dolar AS pada perdagangan Selasa (26/5/2026).
Kesimpulan dari pelemahan rupiah ini adalah bahwa nilai tukar rupiah terus melemah dan mencapai level terburuk sepanjang sejarah. Pelemahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk defisit anggaran fiskal Indonesia dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi pelemahan rupiah dan meningkatkan nilai tukar rupiah.











