Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menegaskan komitmen memperkuat struktur permodalannya melalui aksi hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) yang diproyeksikan mengumpulkan dana sekitar Rp600,47 miliar. Langkah strategis ini diharapkan menjadi bahan bakar bagi perusahaan peternakan dan komoditas pertanian nasional dalam menghadapi tantangan pasar serta memanfaatkan peluang kolaborasi dengan pemain global seperti Tyson Foods.
Dalam laporan keuangan konsolidasi tahun 2025, WMPP mencatat pendapatan sebesar Rp1,01 triliun, melonjak 76,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp572,92 miliar. Kenaikan tersebut didorong utama oleh lini bisnis poultry yang menyumbang 73,22% dari total pendapatan, diikuti sektor pengolahan daging (21,86%), peternakan sapi (3%) dan komoditas pertanian (1,92%). Meskipun masih mencatat kerugian bersih sebesar Rp234,94 miliar, angka tersebut menurun 60,6% dibandingkan kerugian tahun 2024 yang mencapai Rp596,50 miliar, menandakan perbaikan profitabilitas yang signifikan.
CEO WMPP, Tumiyono, menyatakan bahwa penurunan kerugian lebih dari setengah merupakan indikator perbaikan kinerja operasional di tengah tekanan biaya pakan, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan pemerintah. “Kinerja perseroan tahun 2026 diproyeksikan akan semakin membaik seiring katalis positif dari industri pangan global serta dukungan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya dalam siaran pers pada 16 April 2026.
Rencana rights issue akan menawarkan hingga 6.004.705.896 saham baru, setara 31,69% dari total modal disetor penuh setelah aksi. Setiap pemegang 125 saham lama berhak atas 58 hak memesan (HMETD), dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Jika semua hak dilaksanakan, dana yang terkumpul dapat mencapai Rp600,47 miliar, yang akan dialokasikan terutama untuk modal kerja, peningkatan kapasitas produksi, dan memperkuat posisi kompetitif di sektor pangan.
Sebagai bagian dari strategi diversifikasi pemegang saham, PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), pemegang saham utama dengan kepemilikan 40,94%, akan mengeksekusi seluruh haknya melalui konversi hak tagih. Jika terdapat sisa saham yang tidak terambil, WMP bersedia berperan sebagai pembeli siaga untuk menyerap hingga 1,599,183,432 saham tambahan, sehingga memastikan bahwa hak penawaran dapat terpenuhi secara penuh.
Kolaborasi potensial dengan Tyson Foods menambah nilai strategis rights issue. Tyson Foods, raksasa pangan asal Amerika Serikat, telah menyatakan minat untuk menjajaki kerja sama dengan WMPP, membuka peluang ekspor produk unggas, transfer teknologi, serta integrasi rantai pasok. Tumiyono menilai kemitraan ini dapat memperluas akses pasar internasional dan meningkatkan standar kualitas produksi.
Selain itu, WMPP menyoroti prospek pertumbuhan konsumsi daging nasional yang didorong oleh program MBG. Riset internal memperkirakan konsumsi daging sapi dan kerbau akan naik 11,6% pada 2026, mencapai 964.166 ton, dengan kebutuhan sekitar 191.210 ton daging untuk mendukung program tersebut. Di tingkat global, proyeksi OECD-FAO memperkirakan kenaikan konsumsi daging sapi dan unggas masing-masing sebesar 21% dan 13% dalam dekade mendatang, menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan pertumbuhan tertinggi.
Berikut rangkuman kunci performa keuangan WMPP tahun 2025:
| Item | 2025 | 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Konsolidasi | Rp1,01 triliun | Rp572,92 miliar | +76,6% |
| Rugi Bersih | Rp234,94 miliar | Rp596,50 miliar | -60,6% |
| Kontribusi Poultry | 73,22% | – | – |
| Kontribusi Meat & Processing | 21,86% | – | – |
Dengan dana rights issue yang diharapkan masuk pada pertengahan 2026, WMPP berencana memperkuat modal kerja, meningkatkan kapasitas peternakan unggas, serta mengoptimalkan proses pengolahan daging untuk memenuhi permintaan domestik dan ekspor. Penggunaan dana akan difokuskan pada modernisasi fasilitas, investasi pada teknologi pakan yang lebih efisien, serta program pelatihan SDM guna meningkatkan produktivitas.
Secara keseluruhan, strategi rights issue, dukungan pemegang saham utama, dan potensi kerja sama dengan Tyson Foods membentuk fondasi yang solid bagi WMPP untuk kembali ke jalur profitabilitas dan memperluas pangsa pasar dalam industri agribisnis Indonesia. Jika eksekusi rencana berjalan lancar, perusahaan dapat mengubah kerugian menjadi laba dalam jangka menengah, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.









