Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Mei 2026 | Harga minyak mentah dunia telah melonjak hingga mencapai USD 120 per barel, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi pasar minyak global. Salah satu penyebab utama adalah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz, yang mengganggu suplai minyak dunia.
Pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 5 persen secara tahunan juga turut mendorong permintaan minyak dunia. Kondisi ini mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia.
Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 melonjak menjadi USD 117,31 per barel, naik USD 15,05 dibandingkan Maret 2026 yang sebesar USD 102,26 per barel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membuka ruang negosiasi dengan Iran, namun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global. Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga, di antaranya proyeksi penurunan permintaan minyak global pada triwulan II 2026 dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan Amerika Serikat.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Kesimpulan, harga minyak mentah dunia melonjak hingga USD 120 per barel disebabkan oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan pertumbuhan ekonomi China. Pemerintah perlu terus memantau perkembangan pasar minyak global untuk menjaga ketahanan energi nasional.











