Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Tim-tim Asia jarang mencapai babak lanjutan di Piala Dunia, namun benua ini telah memproduksi beberapa kisah underdog paling berkesan dalam sejarah turnamen. Sejak kemenangan pertama Asia di Piala Dunia pada 1966, harus menunggu 28 tahun lagi untuk kemenangan berikutnya. Meskipun tantangan tersebut, beberapa tim telah melawan ekspektasi dengan tindakan pembunuh raksasa yang masih terukir dalam sejarah Piala Dunia.
Pada 2026, turnamen tersebut akan memasuki babak baru. Dengan kompetisi yang diperluas menjadi 48 tim, Konfederasi Sepak Bola Asia akan memiliki rekor sembilan wakil: Australia, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Uzbekistan. Ketika turnamen dimulai pada 12 Juni, mereka akan mencoba menulis sejarah mereka sendiri.
Tim-tim Asia telah menunjukkan kemampuan mereka dalam beberapa kesempatan. Pada 2002, Korea Selatan mencapai semifinal Piala Dunia, mengalahkan beberapa tim kuat seperti Italia dan Spanyol. Pada 2018, Jepang hampir mencapai perempat final, namun kalah dari Belgia.
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa tim-tim Asia memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan di Piala Dunia. Dengan semakin banyaknya wakil Asia di turnamen, kemungkinan untuk melihat kisah-kisah underdog yang menginspirasi akan semakin besar.
Shimizu S-Pulse, salah satu tim Jepang, telah menunjukkan kemampuan mereka di kompetisi domestik. Mereka telah beberapa kali menjadi juara liga Jepang dan telah berpartisipasi dalam beberapa kompetisi internasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Asia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. Lebih banyak tim telah berpartisipasi dalam kompetisi internasional, dan lebih banyak pemain Asia telah bergabung dengan tim-tim Eropa. Ini telah membantu meningkatkan kualitas sepak bola di Asia dan memberikan kesempatan bagi tim-tim Asia untuk bersaing dengan tim-tim terbaik di dunia.
Kesimpulan, tim-tim Asia telah menunjukkan kemampuan mereka di Piala Dunia dan telah mencapai beberapa kemenangan mengagetkan. Dengan pertumbuhan sepak bola Asia dan semakin banyaknya wakil Asia di turnamen, kemungkinan untuk melihat kisah-kisah underdog yang menginspirasi akan semakin besar.











