Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Agustus 2026 | Piala Dunia 2030 yang diusulkan akan diikuti oleh 64 tim, membuka peluang lebih luas bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai bahwa format yang lebih besar ini dapat memperluas pemerataan persaingan sekaligus memberikan kesempatan lebih besar bagi negara-negara yang selama ini belum menjadi langganan tampil di putaran final Piala Dunia.
Menurut Erick, peningkatan kualitas tim nasional tetap menjadi faktor utama untuk lolos ke putaran final. Ia menekankan bahwa investasi terhadap pembinaan sepak bola harus terus diperkuat, mulai dari pengembangan pemain usia muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, hingga perbaikan peringkat tim nasional Indonesia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga telah mengungkapkan bahwa badan sepak bola dunia itu akan mempertimbangkan usulan menjadikan Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim. Wacana tersebut muncul setelah Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta.
Sementara itu, FA Inggris telah menyatakan dukungan penuh terhadap langkah UEFA yang siap memboikot seluruh kompetisi FIFA bila rencana membuka kepemilikan Piala Dunia untuk investor swasta tetap berjalan. Kontroversi ini mencuat setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengusulkan penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Erick Thohir sendiri telah menandatangani kesepakatan dengan Gianni Infantino untuk mendirikan pusat FIFA di Jakarta. Kesepakatan yang dicapai tahun lalu itu disebut kedua pihak sebagai “hari bersejarah” bagi masa depan sepak bola di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Di tengah pro dan kontra tersebut, Erick menegaskan bahwa peluang tampil di panggung sepak bola terbesar dunia tidak boleh hanya bergantung pada perubahan format kompetisi. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas tim nasional tetap menjadi faktor utama untuk lolos ke putaran final.
Dengan demikian, Indonesia harus terus memperkuat pembinaan sepak bola dan meningkatkan kualitas tim nasional untuk dapat bersaing secara konsisten di level internasional. Dengan dukungan dari FIFA dan kerja sama yang erat, Indonesia dapat meningkatkan peluangnya untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2030.











