Uncategorized

Mason Mount Siap Jadi Pembeda Bagi Manchester United di Musim 2026/2027

×

Mason Mount Siap Jadi Pembeda Bagi Manchester United di Musim 2026/2027

Share this article

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Agustus 2026 | Musim panas 2023 adalah momen yang tidak terlupakan bagi pendukung Manchester United. Pada saat itu, klub ini seharusnya membuat langkah besar di transfer window dengan mendatangkan Harry Kane dan Declan Rice. Namun, mereka malah mendapatkan Rasmus Hojlund, André Onana, dan Mason Mount dengan biaya yang tidak jauh berbeda.

Saat itu, United juga kesulitan melepas beberapa pemain karena klausul kontrak yang membuat gaji mereka melonjak 25% setelah kualifikasi Liga Champions. Tantangan tersebut, terutama terkait dengan pemain yang keluar, menyebabkan perubahan signifikan dalam struktur kontrak untuk tanda tangan masa depan dan pemain yang memperbarui kontrak.

Perubahan ini membantu menjelaskan beberapa masalah warisan yang masih dihadapi klub ini musim ini, termasuk masalah seputar Marcus Rashford dan Onana. André Onana adalah salah satu pemain dengan gaji tertinggi di United dan juga salah satu kegagalan terbesar.

Joshua Zirkzee, misalnya, tidak memenuhi kuota 60% menit bermain musim lalu, sehingga gajinya tidak meningkat musim ini. Dengan demikian, Zirkzee, yang menarik perhatian dari Juventus dan klub lain, akan lebih mudah dijual jika diperlukan, karena gajinya tidak lagi menjadi hambatan besar bagi calon pembeli.

Di sisi lain, Michael Carrick telah menemukan posisi ideal untuk Mason Mount di Manchester United. Setelah tiga tahun mencari peran yang paling sesuai, gelandang berusia 27 tahun ini akhirnya menunjukkan kualitas terbaiknya. Carrick memberikan kepercayaan kepada Mount sebagai gelandang nomor delapan sepanjang laga pramusim, dan hasilnya cukup menjanjikan.

Mount bergabung dengan Manchester United dari Chelsea pada musim panas 2023 dengan biaya sekitar 55 juta pound sterling. Namun, cedera yang berulang membuat perjalanannya di Old Trafford tidak pernah benar-benar lancar. Sebelum era Michael Carrick, Mount sering dimainkan di berbagai posisi oleh pelatih yang berbeda.

Erik ten Hag beberapa kali menempatkannya di sisi sayap, sedangkan Ruben Amorim memainkannya sebagai false nine maupun gelandang serang. Fleksibilitas Mount memang menjadi salah satu keunggulannya, tetapi terlalu sering berganti posisi membuatnya kesulitan menemukan ritme terbaik.

Konsistensi peran menjadi kunci dalam perkembangan permainannya. Michael Carrick kini mempercayakan Mount sebagai gelandang nomor delapan dalam tiga pertandingan pramusim. Peran tersebut memaksimalkan kecerdasan membaca permainan sekaligus kemampuannya menghubungkan lini belakang dan lini depan.

Mount berpeluang menjadi pemain penting bagi Manchester United pada musim mendatang karena padatnya jadwal pertandingan. Kembalinya klub ke Liga Champions juga meningkatkan kebutuhan terhadap pemain serbabisa yang dapat menjalankan beberapa peran berbeda.

Manchester United meraih kemenangan dramatis atas Atletico Madrid dalam laga persahabatan pramusim. Manajer Michael Carrick menurunkan susunan pemain yang kuat, termasuk Harry Maguire, Leny Yoro, Mason Mount, Amad Diallo, dan Mbeumo. Namun, Man Utd mengawali pertandingan dengan kurang mulus dan kebobolan gol dalam lima menit pertama.

Setelah tertinggal, tim asal Inggris tersebut segera bangkit dan kembali menguasai permainan. Mason Mount tampil energik di lini tengah, sementara Patrick Dorgu dan Shea Lacey terus berupaya menembus pertahanan lawan dari sisi sayap. Pada menit ke-27, Lacey melepaskan umpan akurat yang disambut sundulan Mbeumo, namun bola hasil sundulan tersebut melenceng dari tiang gawang.

Man Utd terus menekan sepanjang sisa babak pertama. Yoro mendapatkan beberapa peluang dari situasi bola mati, namun upayanya gagal menemui sasaran. Meski mendominasi permainan, tim asuhan Carrick memasuki jeda pertandingan dalam keadaan tertinggal satu gol. Titik balik terjadi pada menit ke-51 saat Lacey dilanggar di dalam kotak penalti.

Maju sebagai eksekutor, Mbeumo dengan tenang mengecoh kiper Atletico dan menyamakan kedudukan. Pada menit ke-74, strategi *high press* Man Utd kembali membuahkan hasil; Jack Fletcher merebut bola dan menusuk dari sisi kanan sebelum melepaskan umpan silang mendatar yang sempurna untuk diselesaikan Mbeumo dari jarak dekat, sekaligus mencetak gol keduanya dan mengubah skor menjadi 2-1.

Atletico melancarkan upaya bangkit yang gigih di menit-menit akhir. Yang menarik, Morten Hjulmand dan Rodrigo Mendoza secara beruntun mengenai tiang gawang dalam satu rangkaian serangan pada menit ke-84. Man Utd berhasil mempertahankan keunggulan untuk mengamankan kemenangan 2-1, sebuah modal positif menjelang musim 2026/27.

Kesimpulan, Manchester United telah menemukan ritme yang tepat dengan Mason Mount sebagai gelandang nomor delapan. Dengan kemenangan atas Atletico Madrid, mereka memperlihatkan tanda-tanda yang positif menuju musim baru. Mount sendiri telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dan siap menjadi pembeda bagi Manchester United di musim 2026/2027.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *