Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juni 2026 | Pertandingan antara Aljazair dan Argentina di Piala Dunia 2026 telah memicu kontroversi besar setelah insiden yang melibatkan Lionel Messi. Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) telah mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait keputusan wasit yang tidak menghukum Messi dengan kartu merah.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-30 pertandingan, ketika Messi melakukan tekel pada kapten Aljazair, Aissa Mandi. Banyak pengamat sepak bola menilai bahwa insiden tersebut seharusnya berujung pada kartu merah bagi Messi. Namun, wasit Szymon Marciniak hanya memberikan pelanggaran tanpa mengeluarkan kartu.
FAF juga memprotes kejadian lain pada babak kedua, ketika Alexis Mac Allister menyikut wajah Ibrahim Maza. Wasit Marciniak tidak memberikan penalti kepada Aljazair untuk insiden tersebut.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, juga membandingkan insiden Messi dengan hukuman yang diterima pemainnya, Themba Zwane, yang mendapatkan kartu merah dan tambahan larangan bermain tiga pertandingan. Broos menilai bahwa hukuman tersebut terlalu berlebihan dan tidak adil.
Argentina telah memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-0, dengan Messi mencetak hattrick. Namun, kontroversi insiden tersebut telah memicu perdebatan besar di dunia sepak bola.
Kontroversi ini menunjukkan bahwa keputusan wasit dapat mempengaruhi hasil pertandingan dan memicu perdebatan di antara tim dan penggemar. FAF berharap bahwa protes mereka akan dipertimbangkan oleh FIFA dan bahwa keputusan wasit akan lebih adil di masa depan.
Aljazair akan melanjutkan pertandingan mereka di Piala Dunia 2026, dengan harapan bahwa keputusan wasit akan lebih adil dan tidak mempengaruhi hasil pertandingan. Sementara itu, Argentina akan melanjutkan pertandingan mereka dengan harapan bahwa mereka dapat terus memenangkan pertandingan dan mencapai tujuan mereka di Piala Dunia 2026.











