Uncategorized

Granit Xhaka Pilih Bertahan di Sunderland dan Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

×

Granit Xhaka Pilih Bertahan di Sunderland dan Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Share this article
Granit Xhaka Pilih Bertahan di Sunderland dan Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Granit Xhaka Pilih Bertahan di Sunderland dan Siap Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juli 2026 | Granit Xhaka, gelandang berusia 33 tahun, memutuskan untuk tetap bertahan di Sunderland untuk musim depan. Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang masa depannya setelah sebelumnya dia menjadi incaran Chelsea. Xhaka memilih melanjutkan perjalanan bersama The Black Cats karena merasa klub tersebut sudah menjadi rumah bagi dirinya dan keluarga.

Sebelumnya, Chelsea menunjukkan ketertarikan serius kepada Xhaka dan telah mengajukan tawaran awal senilai 8 juta poundsterling. Namun, Sunderland menolak tawaran tersebut dan menegaskan tidak ingin kehilangan pemain andalannya. Xhaka sempat membuka peluang untuk kembali bekerja bersama Xabi Alonso, mantan pelatihnya di Bayer Leverkusen, yang kini menangani Chelsea.

Xhaka dan Timnas Swiss baru saja mengakhiri penantian 72 tahun untuk kembali menembus babak perempat final Piala Dunia. Mereka berhasil mengalahkan Kolombia melalui adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Xhaka menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi Lionel Messi dan Argentina di perempat final Piala Dunia 2026.

Xhaka menyebut skuad Timnas Swiss saat ini sebagai generasi spesial setelah menembus perempat final Piala Dunia 2026. Ia berharap regenerasi pemain berbakat di masa depan tidak lagi memerlukan waktu selama yang dialami generasi sekarang. Menurut Xhaka, kekuatan utama Swiss terletak pada perpaduan harmonis antara pemain senior dan para talenta muda.

Xhaka menilai keberhasilan mencapai perempat final sudah menjadi pencapaian besar bagi Swiss sehingga mereka bisa tampil lebih lepas. Ia juga menyampaikan bahwa target pertama telah tercapai, namun ketika sudah berada di perempat final, rasa lapar akan lebih besar dari sebelumnya. Xhaka kemudian menyatakan bahwa timnya siap bertarung dan menikmati permainan melawan Argentina.

Dalam pertandingan melawan Kolombia, Swiss menampilkan kemampuan defensif yang kuat dan berhasil mengalahkan lawannya melalui adu penalti. Xhaka memainkan peran penting dalam pertandingan tersebut dan membantu timnya mencapai kemenangan. Ia juga menyampaikan bahwa keputusan untuk tetap di Sunderland adalah keputusan yang tepat dan ia siap untuk membantu timnya meraih kesuksesan di musim depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *