Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Indonesia kini bersiap menghadapi fenomena iklim yang diberi julukan “El Nino Godzilla” pada tahun 2026. Kondisi suhu laut Pasifik yang jauh di atas rata-rata memicu gelombang panas, curah hujan menurun drastis, serta memperpanjang musim kemarau. Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor pertanian, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, potensi kebakaran hutan, dan konflik antara manusia dengan satwa liar.
Kementerian Lingkungan Hidup bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa El Nino sudah mulai berpengaruh sejak April 2026 dengan intensitas lemah, berpotensi menguat hingga kategori sedang antara Mei hingga Oktober. Anomali ini memperparah musim kemarau normal yang disebabkan oleh aliran monsun Australia, menjadikan wilayah Indonesia mengalami kekeringan lebih panjang, suhu udara lebih tinggi, serta penurunan kelembapan.
Di tingkat daerah, Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mengeluarkan peringatan khusus. Kepala Dinas Kesehatan, Devi Mayori, menekankan bahwa perubahan suhu dapat memicu dehidrasi, keringat berlebih, hingga heatstroke—suatu kondisi darurat medis ketika suhu tubuh naik tajam. Selain itu, suhu tinggi memperparah penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Risiko penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria juga meningkat karena genangan air yang lebih sedikit namun tetap menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Para ahli ekologi, termasuk Abdul Haris Mustari dari IPB University, memperingatkan bahwa El Nino dapat menurunkan produktivitas tumbuhan pakan satwa, memaksa hewan liar mencari makanan di perkebunan atau permukiman manusia. Hal ini meningkatkan potensi konflik manusia‑satwa serta memperbesar peluang kebakaran hutan yang mengancam habitat alami. Peneliti BRIN, Erma Yulihastin, menambahkan bahwa interaksi antara El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif dapat memperparah kekeringan, menjadikan periode Juni‑Agustus 2026 sebagai puncak risiko.
5 Cara Menghadapi El Nino Godzilla 2026
- Jaga hidrasi tubuh: Minum air putih minimal 2‑3 liter per hari, hindari minuman berkafein atau beralkohol yang dapat meningkatkan dehidrasi.
- Monitor kondisi kesehatan: Periksa tekanan darah secara rutin, waspadai gejala heatstroke seperti pusing, mual, atau kulit memerah. Segera cari pertolongan medis bila gejala muncul.
- Kurangi risiko kebakaran: Hindari pembakaran sampah terbuka, pastikan peralatan listrik dalam kondisi baik, dan laporkan potensi titik panas ke pemadam kebakaran setempat.
- Pelihara kebersihan lingkungan: Singkirkan sampah dan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk, serta tanam pohon peneduh di pekarangan untuk menurunkan suhu mikro.
- Lindungi satwa liar: Jika menemukan satwa masuk ke area permukiman, laporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan gunakan metode pengusiran non‑letal.
Selain langkah-langkah di atas, warga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait. Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyediaan air bersih, memperluas jaringan irigasi, serta melakukan pemantauan intensif pada titik-titik rawan kebakaran.
Secara keseluruhan, El Nino Godzilla 2026 menuntut sinergi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang tepat, dampak kesehatan, lingkungan, dan ekonomi dapat diminimalisir, menjaga kesejahteraan semua lapisan masyarakat.











