Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Adrien Rabiot, pemain tengah timnas Perancis, mengkritik kondisi lapangan MetLife Stadium setelah pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Senegal. Rabiot menyatakan bahwa lapangan terasa seperti permukaan buatan dan sangat keras.
Rabiot bukan satu-satunya pemain yang mengeluh tentang kondisi lapangan. Vinicius Junior, pemain Brasil, juga mengatakan bahwa lapangan menjadi kering dan sulit dimainkan di babak kedua.
Pertandingan antara Perancis dan Senegal berakhir dengan skor 3-1 untuk Perancis, dengan Kylian Mbappé mencetak dua gol dan menjadi topskor sepanjang masa timnas Perancis. Namun, Rabiot lebih fokus pada kondisi lapangan yang dia anggap tidak memadai.
Lapangan MetLife Stadium memiliki kapasitas 78.576 penonton dan biasanya digunakan untuk pertandingan sepak bola Amerika. Namun, untuk Piala Dunia 2026, lapangan ini telah dipasang rumput sementara.
Rabiot berharap kondisi lapangan akan membaik seiring berjalannya turnamen. Perancis akan melanjutkan kampanye Piala Dunia mereka dengan pertandingan melawan Iraq, sementara Senegal akan menghadapi Norwegia.
Kondisi lapangan MetLife Stadium telah menjadi perhatian bagi banyak pemain dan pelatih. Didier Deschamps, pelatih Perancis, juga mengomentari kondisi lapangan, menyatakan bahwa lapangan memiliki karakteristik yang unik dan memerlukan penyesuaian dari pemain.
Dengan Piala Dunia 2026 masih berlangsung, diharapkan kondisi lapangan akan membaik dan memungkinkan pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Kesimpulan dari pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 antara Perancis dan Senegal adalah bahwa Perancis telah memulai kampanye mereka dengan kemenangan, namun kondisi lapangan masih menjadi perhatian bagi banyak pemain dan pelatih.











