Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Agustus 2026 | Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama bagi kota-kota di Indonesia. Dengan meningkatnya volume sampah dan semakin terbatasnya lahan pembuangan akhir, diperlukan solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini. Salah satu jawabannya adalah dengan menerapkan teknologi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI), dalam pengelolaan sampah.
Implementasi AI dalam pengelolaan sampah memungkinkan pengelolaan yang lebih cerdas, prediktif, dan berbasis data. Dengan menganalisis data tentang volume sampah, pola konsumsi, dan faktor-faktor lain, AI dapat membantu pemerintah daerah dalam menentukan kebutuhan armada, jumlah petugas, dan kapasitas fasilitas pengolahan sampah. Selain itu, AI juga dapat mengoptimalkan rute pengangkutan sampah, mengurangi biaya operasional, dan menghemat bahan bakar.
Tidak hanya itu, AI juga dapat membantu dalam proses pemilahan sampah. Dengan menggunakan teknologi computer vision, kamera yang dilengkapi AI dapat mengenali jenis sampah seperti plastik, logam, kertas, kaca, dan sampah organik. Ini memungkinkan pemilahan sampah yang lebih akurat dan efisien, sehingga meningkatkan kualitas daur ulang dan mengurangi ketergantungan pada pemilahan manual.
Selain penggunaan AI, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi lain seperti pirolisis untuk mengolah sampah menjadi energi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pirolisis dapat menjadi pelengkap Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan membantu mempercepat penanganan sampah nasional.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mengurangi sampah dengan memilih gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Membeli buku preloved, misalnya, dapat membantu mengurangi limbah kertas dan mendukung penggunaan kembali barang yang masih layak. Dengan demikian, setiap individu dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi masalah sampah dan mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan.
Potensi daur ulang sampah plastik juga sangat besar. Diperkirakan bahwa potensi ekonomi dari daur ulang sampah plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia dapat mencapai 435 ribu ton per tahun, dengan nilai bahan baku daur ulang yang diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun hingga Rp2,4 triliun per tahun.
Dalam upaya mengurangi polusi udara dan mendukung kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Depok juga menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas tanpa kendaraan bermotor, sekaligus mendukung upaya mengurangi emisi gas buang.
Dengan demikian, upaya pengelolaan sampah yang inovatif dan partisipatif dari semua pihak dapat membantu mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Diperlukan kesadaran dan aksi nyata dari masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri untuk mengatasi masalah sampah dan menciptakan masa depan yang lebih baik.











