Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Agustus 2026 | Indonesia saat ini menghadapi ancaman cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat hingga kekeringan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang.
Di Kalimantan Tengah, BMKG memprediksi bahwa cuaca akan relatif aman dalam sepekan ke depan, namun masyarakat diminta untuk tidak lengah karena ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta hujan lokal disertai angin kencang masih berpotensi terjadi.
Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa wilayah mengalami kekeringan ekstrem. Kabupaten Bima merupakan salah satu daerah yang terkena dampak kekeringan, dengan hari tanpa hujan mencapai 84 hari atau hampir tiga bulan.
BMKG juga memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami hujan sedang hingga lebat serta angin kencang pada tanggal 16 Agustus 2026. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Barito Utara, Katingan, dan Sukamara.
Di luar Indonesia, satelit alami Saturnus, Titan, juga mengalami cuaca ekstrem. Titan memiliki siklus cuaca yang unik, dengan hujan metana yang tercurah setelah jeda puluhan tahun. Ketika hujan tersebut terjadi, Titan akan mengalami badai yang dahsyat.
Perbedaan rasa antara air laut dan air hujan juga menjadi topik menarik. Air laut terasa asin karena keberadaan garam dan mineral yang terlarut di dalamnya, sedangkan air hujan tidak terasa asin karena merupakan hasil penguapan air di permukaan bumi.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah dan BMKG. Dengan demikian, kita dapat mengurangi risiko dan dampak dari cuaca ekstrem.











