Bencana Alam

BMKG: Waspadai Kekeringan dan Karhutla di Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terkena

×

BMKG: Waspadai Kekeringan dan Karhutla di Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terkena

Share this article
BMKG: Waspadai Kekeringan dan Karhutla di Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terkena
BMKG: Waspadai Kekeringan dan Karhutla di Indonesia, Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terkena

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Agustus 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk waspadai kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia. Menurut BMKG, beberapa wilayah memiliki potensi kekeringan yang tinggi, terutama di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

BMKG juga mencatat bahwa jumlah titik panas di Indonesia terus meningkat sejak memasuki puncak musim kemarau dan fenomena El Nino. Hingga awal Agustus 2026, akumulasi hotspot secara nasional telah mencapai 9.538 titik.

BMKG memprediksi bahwa puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu mencakup 61,4 persen wilayah. Sementara itu, puncak musim kemarau dialami oleh 12,6 persen wilayah pada Juli dan 14,3 persen wilayah pada September.

BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi kemarau meningkatkan kerentanan hutan dan lahan terhadap kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Di Kalimantan Timur, BMKG mencatat bahwa jumlah titik panas tergolong tinggi, mencapai 4.318 titik pada 1-11 Agustus 2026. Warga diimbau untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, BMKG memprediksi bahwa wilayah tersebut masih menghadapi periode dengan curah hujan rendah dalam sepekan ke depan. Kondisi ini berpotensi memperbesar risiko kekeringan lahan sekaligus meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG juga mengimbau petani dan pemangku kepentingan pertanian di Sulawesi Tenggara untuk mengantisipasi krisis pasokan air dan mengefisienkan penggunaan air irigasi seiring meningkatnya ancaman kekeringan meteorologis.

Untuk menghadapi kekeringan dan karhutla, BMKG menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya. BMKG juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk peringatan tersebut. Sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan mengalami hujan pada hari istimewa tersebut.

BMKG berharap bahwa dengan kerja sama dan kesadaran yang tinggi, Indonesia dapat menghadapi kekeringan dan karhutla dengan lebih baik dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *