Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Mei 2026 | Ancaman El Nino 2026 mulai terasa, dengan ribuan titik api yang telah terdeteksi di Sumatra. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa stok beras saat ini telah mencapai 5,3 juta ton per 11 Mei 2026. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa cuaca panas di Jawa Timur belum dipengaruhi oleh El Nino.
Potensi fenomena El Nino diperkirakan muncul pada Juni-Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto memperingatkan risiko El Nino ekstrem yang mengancam ketahanan pangan ASEAN dan mendorong negara-negara untuk bekerja sama. Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan ASEAN di KTT ke-48 dan menyerukan kerja sama untuk menghadapi ancaman El Nino ekstrem.
Bahkan, Ketua APHI Soewarso mengimbau kesiapsiagaan untuk menghadapi karhutla. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat penting untuk pencegahan efektif. Menkopolhukam Djamari Chaniago juga meminta perusahaan terlibat dalam penanganan karhutla.
Kesiapsiagaan menghadapi El Niño dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi ancaman ini. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk siapkan air dan melakukan pencegahan dini untuk menghadapi kemarau yang lebih panjang dan kering.
Dalam beberapa bulan mendatang, El Nino diperkirakan akan membawa cuaca yang lebih ekstrem. BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Sumatera Utara lebih panjang dan kering, dengan puncak kemarau di Medan diperkirakan pada Juni-Juli. Masyarakat harus siap menghadapi ancaman ini dan melakukan pencegahan dini untuk mengurangi dampaknya.











