Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 12 Juli 2026 | Zlatan Ibrahimovic, legenda sepak bola Swedia, tidak ragu-ragu untuk mengkritik keputusan manajer Rudi Garcia yang memasukkan kiper Senne Lammens dari Manchester United dalam pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Spanyol. Belgia harus menerima kekalahan tragis 2-1 setelah Lammens melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol penentu kemenangan Spanyol.
Ibrahimovic, yang berperan sebagai komentator ahli untuk jaringan televisi Fox Sports, secara terbuka mengecam keputusan Garcia untuk menggantikan Thibaut Courtois yang cedera dengan Lammens, bukan Mike Penders. Ia menyatakan bahwa keputusan ini merupakan penyebab kekalahan Belgia dan menyalahkan manajer tim nasional atas kegagalan tersebut.
Menurut Ibrahimovic, Lammens tidak memiliki kualitas yang cukup untuk menjadi kiper di level internasional dan lebih layak digantikan oleh Penders. Ia juga menegaskan bahwa Penders memiliki kemampuan yang jauh lebih baik daripada Lammens.
Kekalahan Belgia ini memicu kritik pedas dari Ibrahimovic, yang menekankan bahwa manajer tim nasional dan staf pelatih telah mengelola situasi dengan sangat buruk. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk memasukkan Lammens adalah kesalahan besar yang berujung pada kekalahan.
Spanyol, di sisi lain, melaju ke semifinal Piala Dunia setelah mengalahkan Belgia dan akan bertemu dengan Prancis dalam pertandingan seru memperebutkan tiket ke final. Sementara itu, Belgia pulang dengan kekecewaan mendalam dan ketidakpastian besar seputar masa depan Garcia.
Dalam kesempatan lain, Ibrahimovic juga memberikan pujian kepada gelandang serang timnas Perancis, Michael Olise, yang menjadi motor serangan Les Bleus dalam pertandingan melawan Maroko. Ia menyatakan bahwa Olise memiliki kemampuan yang luar biasa dan mampu mendikte tempo permainan dengan baik.
Kesimpulan dari kejadian ini adalah bahwa keputusan manajer Rudi Garcia untuk memasukkan Senne Lammens telah menjadi titik balik kekalahan Belgia dalam Piala Dunia. Kritik pedas dari Zlatan Ibrahimovic menunjukkan bahwa keputusan tersebut dianggap sebagai kesalahan besar yang berdampak pada hasil pertandingan.











