Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juni 2026 | Tim nasional Inggris baru saja memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan kemenangan yang spektakuler atas Kroasia. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor 4-2, menunjukkan kemampuan ofensif yang luar biasa. Namun, di balik kemenangan tersebut, pelatih Thomas Tuchel masih dihadapkan pada beberapa pertanyaan besar, terutama terkait dengan posisi bek.
Tuchel memilih Ezri Konsa sebagai pasangan John Stones di pertandingan melawan Kroasia, meninggalkan Marc Guehi di bangku cadangan. Keputusan ini menimbulkan beberapa pertanyaan, karena Guehi memiliki reputasi yang sangat baik dan pengalaman yang luas. Sementara itu, Konsa telah menjadi pilihan utama Tuchel sejak pelatih Jerman tersebut mengambil alih tim nasional Inggris.
Pertandingan melawan Kroasia menunjukkan bahwa Inggris masih memiliki beberapa kelemahan di belakang. Mereka terlihat rentan dalam menghadapi serangan lawan, terutama ketika Kroasia berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Namun, di babak kedua, Inggris berhasil memperbaiki performa mereka dan mencetak dua gol lagi untuk memenangkan pertandingan.
Tuchel harus membuat keputusan yang sulit sebelum pertandingan melawan Ghana, apakah dia akan mempertahankan Konsa atau memberi kesempatan kepada Guehi. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, dan Tuchel harus mempertimbangkan dengan baik sebelum membuat keputusan.
Sementara itu, analisis data menunjukkan bahwa Konsa telah menjadi pilihan utama Tuchel di 10 dari 15 pertandingan terakhir, sedangkan Guehi hanya bermain di 7 pertandingan. Ini menunjukkan bahwa Tuchel memiliki kepercayaan yang besar pada Konsa, tetapi Guehi juga memiliki kemampuan yang tidak bisa diabaikan.
Pertandingan melawan Ghana akan menjadi tes yang sulit bagi Inggris, terutama di belakang. Mereka harus memperbaiki performa mereka dan memastikan bahwa mereka dapat menghadapi serangan lawan dengan lebih baik. Dengan pemilihan yang tepat di posisi bek, Inggris dapat meningkatkan peluang mereka untuk maju ke babak selanjutnya.
Dalam beberapa hari ke depan, Tuchel akan memiliki waktu untuk mempertimbangkan keputusan tersebut dan memastikan bahwa timnya siap untuk menghadapi Ghana. Dengan kemampuan ofensif yang luar biasa dan pertahanan yang solid, Inggris dapat menjadi tim yang sangat berbahaya di Piala Dunia 2026.











