Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Mei 2026 | Tottenham Hotspur kini berada dalam pergumulan tiga sisi sekaligus: performa di lini tengah, risiko keuangan bila terdegradasi, dan masalah disiplin yang menghambat stabilitas tim. Pada pekan ke-35 Premier League, klub London Utara ini menempati posisi ke-17, hanya selangkah dari zona degradasi. Tekanan ini memaksa manajer Roberto De Zerbi untuk menyeimbangkan taktik, motivasi pemain, dan keputusan strategis di babak akhir musim 2025/2026.
Di lini tengah, tiga gelandang berwarga Inggris menjadi pilar utama. James Maddison, yang bergabung dari Leicester City dengan biaya €46,3 juta, belum menjejakkan kaki di lapangan sejak cedera ACL yang memaksa ia absen hingga pekan ke-35. Meski belum tampil, catatan Maddison selama 75 pertandingan bersama Spurs mencatat 16 gol dan 21 assist, menegaskan peran vitalnya sebagai otak serangan.
Archie Gray, bek muda berusia 20 tahun yang dibeli dari Leeds United seharga €41,25 juta, telah menambah fleksibilitas taktis. Dengan 2 gol dan 2 assist dalam 23 penampilan, ia dapat beroperasi sebagai gelandang tengah maupun bek tengah, memberi De Zerbi opsi rotasi yang penting di tengah jadwal padat.
Conor Gallagher, yang kembali ke Inggris setelah masa sewa di Atletico Madrid, menandatangani kontrak dengan Tottenham pada Januari 2026 dengan nilai transfer €40 juta. Meskipun belum mencetak statistik signifikan, kehadirannya diharapkan meningkatkan intensitas serangan tengah dan memberi pilihan tambahan di lini depan.
Namun, selain tantangan teknis, klub juga dihadapkan pada ancaman finansial besar. Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, mengungkapkan bahwa relegasi dapat menelan biaya suntikan sekitar £100 juta untuk menutupi selisih pendapatan antara Premier League dan Championship. Berikut rangkuman dampak keuangan yang diproyeksikan:
| Aspek | Jika Tetap di Premier League | Jika Terdegradasi |
|---|---|---|
| Pendapatan TV | £600 juta | £250 juta |
| Penjualan Tiket & Matchday | £120 juta | £60 juta |
| Komersial & Sponsor | £150 juta | £90 juta |
| Total Potensi Penurunan | ≈ £200 juta | |
Penurunan pendapatan sebesar itu menuntut pemilik ENIC Group dan keluarga Lewis untuk menyiapkan dana darurat atau menegosiasikan penjualan aset. Borson menegaskan bahwa klub kemungkinan besar akan kembali ke Championship dengan cepat, namun beban finansial tetap signifikan.
Di samping tekanan keuangan, masalah disiplin muncul sebagai faktor kritis. Dalam pertandingan melawan Aston Villa pada 3 Mei 2026, Tottenham menerima lima kartu kuning, termasuk pelanggaran oleh Randal Kolo Muani, Mathys Tel, dan Conor Gallagher yang masing‑masing ditangkap karena menunda restart. Roberto De Zerbi menilai bahwa keputusan tersebut mencerminkan kurangnya konsistensi mental di antara pemain, yang dapat berakibat fatal di tiga pertandingan terakhir melawan Leeds United, Chelsea, dan Everton.
De Zerbi, yang diangkat pada akhir 2024, telah memperbaiki beberapa aspek taktik, namun masih harus menanggulangi kebiasaan berisiko seperti menunda tendangan bebas. Ia menekankan perlunya kontrol emosional dan kedisiplinan dalam setiap fase permainan untuk mengamankan poin penting.
Secara keseluruhan, Tottenham Hotspur berada pada persimpangan penting. Keseimbangan lini tengah dengan Maddison, Gray, dan Gallagher menjadi kunci untuk menciptakan peluang gol, sementara manajemen harus menyiapkan strategi keuangan yang matang jika relegasi terjadi. Pada akhirnya, kemampuan De Zerbi mengendalikan disiplin tim akan menjadi penentu apakah Spurs dapat tetap bertahan di level tertinggi atau harus menyiapkan diri untuk masa transisi di Championship.











