Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | AC Milan kembali menyoroti pasar transfer Italia dengan menargetkan gelandang muda AZ Alkmaar, Tijjani Reijnders. Setelah penampilan impresif di Eredivisie, pemain berusia 24 tahun ini diprediksi akan menjadi versi 2.0 dari dirinya yang dulu bergabung dengan San Siro pada musim panas 2023. Transfer pertama Milan ke Belanda melibatkan biaya hampir 25 juta euro, dan kini klub Italia mengincar pengganti yang dapat menambah kreativitas serta keseimbangan lini tengah.
Performa Reijnders di AZ menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam 46 penampilan resmi, ia mencetak 20 gol dan memberikan 8 assist, statistik yang menempatkannya di antara gelandang paling produktif di liga Belanda. Kecepatan, kemampuan mengoper dengan akurasi tinggi, serta daya kerja tak henti menjadikannya sosok yang cocok dengan filosofi permainan Milan yang menekankan penguasaan bola dan transisi cepat.
Sementara itu, isu-isu di Manchester City menambah dinamika pasar tengah Eropa. Klub asal Inggris tengah menghadapi kekhawatiran terkait kebijakan keuangan dan kebutuhan memperkuat lini tengah untuk mendukung ambisi treble. Beberapa analis menyebutkan bahwa City mungkin harus mencari alternatif yang lebih terjangkau, sehingga perhatian terhadap pemain-pemain berbakat seperti Reijnders meningkat secara tidak langsung.
Berikut adalah rangkuman statistik utama Tijjani Reijnders selama musim 2025/2026 bersama AZ:
| Musim | Pertandingan | Gol | Assist | Pass Akurasi |
|---|---|---|---|---|
| 2025/2026 | 46 | 20 | 8 | 87% |
Data tersebut menegaskan peran krusialnya dalam menciptakan peluang dan mengendalikan ritme permainan. Selain itu, nilai pasar yang diperkirakan oleh Transfermarkt mencapai 14 juta euro menandakan bahwa AC Milan masih memiliki ruang tawar yang luas untuk menegosiasikan harga yang masuk akal.
Selain Reijnders, AC Milan juga memantau talenta lain seperti Sven Mijnans, gelandang muda AZ yang telah mencatat 20 gol serta 8 assist dalam 46 pertandingan. Namun, Reijnders tetap menjadi prioritas utama karena pengalaman sebelumnya di Serie A dan kemampuan adaptasi yang lebih cepat.
Para pencari bakat dari Milan bahkan terlihat di tribun saat final Eurojackpot KNVB Beker, mengamati penampilan Mijnans secara langsung. Kehadiran mereka menandakan pendekatan scouting yang intensif, terutama menjelang musim panas 2026 ketika jendela transfer akan dibuka.
Di sisi lain, Manchester City berupaya menambah kedalaman skuadnya melalui pemain-pemain yang lebih terjangkau. Skenario ini membuka peluang bagi klub-klub lain seperti Milan untuk mengamankan pemain berbakat tanpa harus bersaing langsung dengan raksasa Inggris yang memiliki anggaran lebih besar. Dengan demikian, Reijnders menjadi pilihan yang menarik karena nilai transfernya masih berada dalam kisaran yang dapat dikelola oleh Milan.
Jika transfer berhasil, Reijnders diperkirakan akan menempati peran utama di lini tengah Milan, menggantikan pemain yang mungkin dipindahkan atau dipinjamkan ke klub lain. Keberadaan dirinya di Serie A juga dapat memperkuat hubungan antara liga Italia dan Belanda, memberikan contoh positif bagi pemain muda Eredivisie yang bercita‑cita bermain di level tertinggi Eropa.
Kesimpulannya, kombinasi statistik mengesankan, pengalaman singkat di Serie A, serta kebutuhan AC Milan akan gelandang kreatif menjadikan Tijjani Reijnders kandidat kuat untuk mengisi posisi strategis di San Siro. Sementara Manchester City berjuang menyelesaikan masalah lini tengah, fokus Milan pada pasar Belanda memberikan peluang nyata bagi Reijnders untuk kembali menorehkan prestasi di Italia.











