Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 April 2026 | Thomas Cup 2026 kembali menjadi panggung bergengsi bagi negara‑negara bulutangkis dunia, dan kali ini China tampil tanpa kompromi. Di bawah bimbingan Shi Yu Qi, tim unggulan pertama tidak hanya mengamankan kemenangan telak melawan Australia, tetapi juga menegaskan dominasinya di Grup A dengan catatan 5‑0, 4‑1, dan 3‑2 melawan tiga lawan berbeda.
Sejak pembukaan fase grup, China memperlihatkan strategi yang terstruktur. Pada laga pertama melawan Australia, Shi Yu Qi bersama rekan‑rekannya menutup pertandingan dengan skor bersih 5‑0. Setiap nomor – tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran – berakhir dengan kemenangan, menegaskan kedalaman skuad China yang mampu menurunkan pemain kelas dunia di semua kategori.
Berlanjut ke laga kedua, China menghadapi Kanada. Meskipun Kanada menurunkan pemain berpengalaman, China tetap unggul dengan hasil 4‑1. Shi Yu Qi memenangkan pertandingan tunggal putra, sementara pasangan ganda putri China menutup skor dengan kemenangan yang meyakinkan. Satu poin hanya didapat Kanada pada nomor ganda putra, namun tidak mengubah arus kemenangan China.
Laga penentu grup melawan India memperlihatkan sisi kompetitif yang lebih tajam. India, yang dikenal memiliki pemain muda berbakat, berhasil menahan China hingga skor 3‑2. Shi Yu Qi berhasil mengamankan kemenangan pada nomor tunggal putra pertama, namun India membalas di nomor ganda campuran, menyamakan kedudukan menjadi 2‑2. Pada nomor ganda putra, China kembali unggul, menutup pertandingan dengan selisih tipis namun cukup untuk memastikan posisi juara grup.
Sementara China menaklukkan lawan-lawan di grupnya, perkembangan grup B tidak kalah menarik. Jepang, unggulan keempat, menyelesaikan grup dengan tiga kemenangan, hanya terpaksa menyerah pada satu set melawan Malaysia dengan skor 2‑3. Malaysia, yang berusaha mengejar Jepang, menunjukkan perlawanan sengit melalui pasangan ganda putra Aaron Chia dan Tee Kai Wun. Kedua pemain ini, yang sempat diracik secara dadakan oleh pelatih Herry I P, berhasil menyamakan kedudukan pada set kedua melawan pasangan Jepang Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, meski akhirnya kalah pada set penentu.
Di sisi lain, Kanada menutup turnamen dengan performa solid, menjuarai Grup A dengan kemenangan melawan Australia 5‑0. Victor Lai membuka kemenangan Kanada dengan mengalahkan Ephraim Stephen Sam, diikuti oleh pasangan ganda putra Kevin Lee/Ty Alexander Lindeman yang mengalahkan duo Indonesia, dan Brian Yang yang menutup rangkaian kemenangan Kanada pada nomor tunggal putra kedua.
Secara keseluruhan, fase grup Thomas Cup 2026 menampilkan persaingan ketat antara tim‑tim unggulan. China menegaskan statusnya sebagai juara bertahan dengan performa tanpa cela, didukung oleh peran kunci Shi Yu Qi yang turun di setiap nomor penting. Jepang dan Malaysia menunjukkan ketangguhan di Grup B, sementara Kanada mengukuhkan posisinya sebagai tim yang mampu bersaing di level internasional.
Penutup, keberhasilan China dalam grup pertama tidak hanya memperkuat harapan mereka untuk mempertahankan gelar, tetapi juga memberi sinyal kepada rival‑rival lain bahwa tidak ada ruang untuk kompromi. Dengan Shi Yu Qi sebagai pionir, China siap melangkah ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi, menantang semua lawan yang berani menguji ketangguhan tim bulutangkis terkuat dunia.











