Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Sandy Walsh, bek kanan naturalisasi Timnas Indonesia yang kini berlabuh di Buriram United, mengungkap secara terbuka pengaruh signifikan John Herdman sejak ia mengambil alih kepelatihan pada Januari 2026. Dalam wawancara eksklusif bersama Kompas.com, Walsh menilai pendekatan Herdman yang menekankan persaudaraan (“brotherhood”) serta intensitas latihan terpusat menjadi faktor utama peningkatan kualitas skuad Garuda.
Herdman pertama kali tampil menguji taktiknya pada rangkaian FIFA Series 2026, dimana Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Saint Kitts dan Nevis serta memperlihatkan permainan solid meski harus menelan kekalahan tipis melawan Belgia. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Herdman untuk melanjutkan persiapan menuju FIFA Matchday Juni, sekaligus menyiapkan tim menjelang Piala AFF yang kini disebut ASEAN Championship 2026.
Menurut Sandy Walsh, komunikasi menjadi kunci utama karena para pemain tersebar di liga-liga Eropa, Asia, dan bahkan di dalam negeri. “Saya sudah memiliki tiga pelatih berbeda di tim nasional, dan setiap kali selalu ada peningkatan besar,” kata Walsh. Ia menambahkan, “Pemusat latihan terakhir sangat detail dan intens, menciptakan harmoni di ruang ganti meski latar belakang pemain beragam.”
Mantra sakti “brotherhood” yang dibawa Herdman ternyata berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan di antara pemain. Walsh menjelaskan, “Ketika kami datang ke Indonesia, kami adalah satu tim. Kami semua orang Indonesia. Bakat memang penting, tapi persaudaraan dan kerja sama di lapangan yang memenangkan pertandingan.” Pendekatan ini terbukti dalam penampilan tim saat melawan Belgia, di mana meski kalah, koordinasi defensif tetap menunjukkan perbaikan signifikan dibanding era sebelumnya.
Selain perubahan taktik, Herdman juga memanfaatkan keberadaan pemain naturalisasi yang kini berkompetisi di Liga Indonesia, seperti Thom Haye (Persib Bandung), Eliano Reijnders (Persib Bandung), Jordi Amat (Persija Jakarta), dan Ivar Jenner (Dewa United). Dengan skuad yang lebih beragam, Herdman memiliki pilihan taktis yang lebih luas untuk menyusun formasi yang optimal pada AFF 2026. “Kami punya banyak bakat, gairah, dan komitmen untuk Indonesia. Saya yakin kami dapat menciptakan susunan pemain yang baik dan bersaing untuk menjadi juara,” ujar Walsh.
Keberhasilan Walsh di klub juga menambah kepercayaan dirinya. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang meraih gelar juara Thai League 1 bersama Buriram United pada musim 2025-2026. Pencapaian tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengalaman bermain di kompetisi asing dapat meningkatkan mentalitas dan kualitas permainan pemain timnas. Walsh menegaskan, “Pengalaman di AFC Champions League Elite memberikan kami wawasan taktik tinggi yang dapat dibawa kembali ke tim nasional.”
Walsh menutup perbincangan dengan menekankan pentingnya motivasi setelah kegagalan gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Ia melihat kegagalan itu sebagai pendorong untuk lebih keras berlatih dan mengoptimalkan potensi. “Kami mengalami kekecewaan, tapi kami tetap berdiri kuat. Itu pencapaian besar bagi tim,” ujar Walsh, menambahkan harapan besar agar Timnas Indonesia tidak hanya berpartisipasi, melainkan juga menjuarai ASEAN Championship 2026 dan menyiapkan langkah strategis menuju Piala Dunia edisi berikutnya.











