Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Juli 2026 | Prancis mengalahkan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026, namun pertandingan tersebut diwarnai kontroversi akibat keputusan wasit Ilgiz Tantashev. Rayan Cherki, gelandang serang Prancis, mengkritik keras kepemimpinan wasit tersebut dan meminta FIFA untuk menyelidiki.
Cherki menilai bahwa banyak pelanggaran keras dari Paraguay dibiarkan begitu saja tanpa hukuman. Ia bahkan menyebutkan bahwa Paraguay melakukan 30 pelanggaran tanpa mendapat kartu kuning. Sementara itu, tiga pemain Prancis, yakni Bradley Barcola, Manu Kone, dan Michael Olise, menerima kartu kuning.
Cherki juga menegaskan bahwa pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Prancis bukan hanya mampu bermain indah, tetapi juga siap menghadapi permainan fisik. Ia berharap bahwa FIFA akan menyelidiki keputusan wasit tersebut dan mengambil tindakan yang tepat.
Sementara itu, di lain pihak, Manchester United dilaporkan tertarik untuk membeli pemain muda Brazil, Rayan. Pemain tersebut telah menunjukkan penampilan yang impresif di Piala Dunia 2026 dan diharapkan dapat membantu Manchester United memperkuat skuad mereka.
Rayan Cherki juga dikenal dengan gaya modisnya di luar lapangan. Ia memiliki ciri khas berpakaian yang santai, modern, dan kekinian. Cherki lebih memilih basic outfit dengan warna-warna netral yang mudah dipadukan, sehingga penampilannya selalu effortless tanpa terkesan berlebihan.
Dalam pertandingan lain, Brazil dikalahkan oleh Norway di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Erling Haaland menjadi pemain kunci dalam pertandingan tersebut, dengan mencetak dua gol yang membantu Norway memenangkan pertandingan.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah membawa banyak kejutan dan kontroversi. Prancis dan Brazil, dua tim kuat, telah dikalahkan oleh lawan-lawan yang dianggap lebih lemah. Sementara itu, pemain-pemain muda seperti Rayan Cherki dan Rayan terus menunjukkan penampilan yang impresif dan siap untuk menjadi bintang di dunia sepak bola.











