Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Pertandingan pekan ke-17 Clausura 2026 Liga MX antara Puebla dan Querétaro berakhir dengan hasil 1-2 untuk tim tamu. Duel yang berlangsung di Stadion Cuauhtémoc menyuguhkan drama gol, kartu merah, serta kemarahan suporter lokal yang menuntut perubahan.
Gol pembuka datang lebih awal ketika Brayan Garnica membuka keunggulan bagi Puebla pada menit ke-9. Gol tersebut memicu euforia singkat di tribun suporter biru, namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Pada babak kedua, Ali Ávila menyamakan kedudukan untuk Querétaro lewat sundulan tajam pada menit ke-45. Selang 33 menit, Daniel Parra mengukir gol penentu kemenangan dengan tembakan jarak jauh, menempatkan tim Franja di papan atas dengan skor 2-1.
Kejadian penting lainnya adalah pengusiran Brayan Garnica pada menit ke-16 setelah menerima kartu merah langsung. Keputusan tersebut mengubah taktik kedua tim. Pelatih Puebla, Albert Espigares, yang memulai laga dengan formasi 4-5-1, harus menyesuaikan susunan pemainnya, sementara Esteban González, pelatih Querétaro, tetap pada formasi 4-4-2 yang terbukti efektif.
- Puebla (4-5-1): Ricardo Gutiérrez (GK), Ariel Gamarra, Nicolás Díaz, Juan Pablo Vargas, Fernando Monarrez; Brayan Garnica, Iker Moreno, Alonso Ramírez, Alejandro Organista, Emiliano Gómez; Esteban Lozano (ST).
- Querétaro (4-4-2): José Hernández (GK), Bayron Duarte, Diego Reyes, Lucas Abascia, Daniel Parra; Jean Unjanque, Santiago Homenchenko, Carlo García, Juan Cázares; Ali Ávila, Mateo Coronel (ST).
Kedua tim mencatat peluang penting. Jean Unjanque hampir membuka keunggulan bagi Querétaro dengan dua tembakan yang menabrak tiang gawang. Sementara di lini pertahanan, Daniel Parra tidak hanya menambah gol, tetapi juga menjadi sosok penting dalam memotong serangan balik lawan.
Posisi klasemen setelah pertandingan menunjukkan Puebla berada di posisi ke-17 dengan 13 poin, sedangkan Querétaro menempati peringkat ke-11 dengan 20 poin. Kemenangan tipis ini memberi Querétaro tiga poin tambahan yang dapat menjadi penentu dalam perburuan tempat playoff.
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Puebla | 13 | 17 |
| Querétaro | 20 | 11 |
Suporter Puebla tidak tinggal diam. Pada menit-menit akhir, mereka melancarkan demonstrasi di pinggir lapangan, menuntut manajemen klub memperbaiki performa tim serta menyingkirkan pelatih. Slogan “Respeten los colores” menggema, mencerminkan kekecewaan atas hasil buruk dan posisi terdekat dengan zona degradasi.
Di sisi lain, para pendukung Querétaro merayakan kemenangan dengan sorak sorai, mengangkat bendera tim dan memberikan penghormatan kepada pemain yang menorehkan gol penentu. Ali Ávila, yang mencetak satu gol dan menembak lima kali, menjadi sorotan utama, sementara Daniel Parra dipuji atas kontribusi defensif dan serangannya.
Secara taktik, formasi 4-4-2 milik Querétaro terbukti fleksibel, memanfaatkan lebar sayap melalui Jean Unjanque dan Santiago Homenchenko. Sementara Puebla, dengan formasi 4-5-1, kesulitan menahan tekanan setelah kehilangan Garnica, yang sekaligus mengurangi kreativitas di lini tengah.
Dengan hasil ini, Querétaro menutup Clausura 2026 dengan catatan positif, sementara Puebla harus berjuang keras menghindari zona relegasi. Pertandingan Puebla vs Querétaro menjadi contoh bagaimana satu keputusan wasit dapat mengubah arah sebuah laga dan memicu reaksi emosional dari suporter.











