Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Mei 2026 | Persija Jakarta kini berada di posisi ketiga klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan 62 poin, tertinggal tujuh poin dari pemuncak Persib Bandung dan Borneo FC yang masing-masing mengumpulkan 69 poin. Musim ini sudah memasuki pekan ke-31, dan hanya tersisa empat laga bagi ketiga tim untuk menentukan siapa yang akan mengangkat trofi.
Tekanan semakin terasa setelah Ketua The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, menegaskan agar laga klasik Persija kontra Persib digelar di Jakarta, mengingat ketidakpastian penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Keputusan tersebut menambah beban mental bagi skuad asuhan Mauricio Souza, yang harus tetap fokus meski kondisi kandang belum pasti.
Di sisi lain, pemain asal Brasil, Paulo Ricardo, menegaskan kesiapan dirinya untuk memberikan kontribusi maksimal dalam empat laga terakhir. “Harapan saya adalah memberikan yang terbaik di lapangan dan membantu tim terus berkembang,” ujar Paulo Ricardo dalam wawancara dengan Okezone. Penampilannya dalam lima laga terakhir, termasuk kemenangan 4-0 atas Persis Solo, menjadi bukti bahwa lini belakang Persija Jakarta mampu menahan serangan lawan.
Berikut rangkuman poin tiga tim utama menjelang pekan 32:
| Tim | Poin | Selisih |
|---|---|---|
| Persib Bandung | 69 | +7 dari Persija |
| Borneo FC Samarinda | 69 | +7 dari Persija |
| Persija Jakarta | 62 | – |
Jika Persija Jakarta berhasil mengamankan kemenangan melawan Persib di pekan 32, jarak poin dapat dipersingkat menjadi empat. Namun, mereka tetap memerlukan bantuan hasil positif dari Borneo FC atau Persib agar selisih tidak melebar lagi.
Strategi Mauricio Souza menekankan konsistensi dan ketangguhan mental. Tim harus memaksimalkan peluang di setiap laga, terutama melawan Bhayangkara FC yang baru saja menyingkirkan Persija dengan skor 2-3 pada pekan sebelumnya. Kemenangan melawan lawan kuat seperti Bhayangkara dan Persebaya menjadi kunci untuk menutup celah poin.
Selain faktor taktik, kondisi pemain juga menjadi sorotan. Beberapa anggota skuad Persija, termasuk Beckham Putra Nugraha dan Marc Klok, berada di ambang akumulasi kartu kuning yang dapat berakibat absen pada laga penentu. Manajemen tim diharapkan mengatur rotasi pemain secara bijak agar tidak kehilangan elemen penting di tengah kompetisi.
Persija Jakarta juga harus memperhatikan aspek logistik. Kewajiban menyiapkan lapangan di Jakarta, bila SUGBK tidak dapat dipakai, menuntut koordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan bagi pemain serta suporter.
Dengan empat pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga. Jika Persija Jakarta mampu mengumpulkan minimal 9 poin (tiga kemenangan) dan mengandalkan hasil negatif dari pesaing, peluang mereka untuk meraih gelar tidak dapat diabaikan. Namun, skenario paling realistis menuntut kombinasi kemenangan konsisten serta kegagalan poin dari Persib dan Borneo FC.
Secara keseluruhan, persaingan di puncak klasemen Super League 2025/26 tetap terbuka lebar. Persija Jakarta berada dalam posisi yang menantang namun masih memiliki ruang untuk melaju ke posisi teratas. Keberhasilan mereka akan sangat dipengaruhi oleh performa di laga krusial melawan Persib serta kemampuan mengelola tekanan di sisa pertandingan.











