Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Mei 2026 | Pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, menjadi sorotan setelah mengibarkan bendera Palestina saat parade kemenangan klubnya. Aksi tersebut mendapat kecaman dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebut tindakan Yamal sebagai penghasut kebencian. Katz menilai Yamal memberikan dukungan terhadap aksi terorisme yang dilakukan Hamas, kelompok militan Palestina.
Yamal, yang berusia 18 tahun, mengibarkan bendera Palestina dari atas bus terbuka selama parade kemenangan tim di Barcelona. Ia memposting foto dirinya memegang bendera Palestina di akun Instagram-nya. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku tidak menyukai tindakan tersebut dan menegaskan bahwa keputusan membawa bendera Palestina merupakan inisiatif pribadi sang pemain.
Di sisi lain, Pemerintah Spanyol dan sebagian besar penduduknya sangat kritis terhadap perang genosida Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas pada tahun 2023 di Israel selatan. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, justru bangga dengan aksi Yamal dan menyebut bahwa pemain muda tersebut telah menunjukkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol.
Reaksi global terhadap Israel atas dampak kemanusiaan dari perang di Gaza telah menyebar ke olahraga dan budaya. Protes telah terlihat di sepak bola, bersepeda, dan bola basket. Aksi Yamal mendapat respons positif dari warga Palestina, dan bahkan mural bergambar Yamal yang membawa bendera Palestina dilukis di dinding kamp pengungsi Gaza.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa aksi Lamine Yamal telah memicu reaksi kuat dari berbagai pihak, baik dari Israel maupun dari Spanyol dan Palestina. Peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik Israel-Palestina masih sangat sensitif dan dapat memicu reaksi emosional dari berbagai kalangan.











