Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 27 April 2026 | Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, mengumumkan pemangkasan enam pemain dari skuad yang semula berjumlah 26 orang menjelang Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi. Keputusan tersebut diambil setelah pemusatan latihan di Jakarta selesai dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan satu pemain tidak layak bertanding.
Enam nama yang dicoret meliputi striker muda Muhammad Mierza Firjatullah, gelandang Syahdan Caesar El Fadhil, gelandang Handri Dimas Sulistyo, gelandang Shoyyo Himawan, bek Alfa Al Faruqi Rangkayo Budi Ginting, serta penyerang Komang Semadi. Mierza menjadi sorotan utama karena cedera hamstring yang terdeteksi lewat MRI, diperkirakan memerlukan pemulihan empat hingga enam pekan. “Jika dipaksakan, pemain akan berisiko lebih besar,” ujar Kurniawan dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta, 25 April 2026.
Dengan mengurangi enam pemain, Kurniawan menyisakan 20 pemain yang berangkat bersama rombongan ke Arab Saudi, ditambah tiga pemain diaspora yang langsung bergabung di lokasi turnamen. Tiga pemain diaspora tersebut adalah Matthew Baker, Noha Pohan Simangunsong, dan Mike Rajasa, yang masing‑masing menambah variasi taktik tim.
- Abdilah Ishak – Kiper
- Noah Leo Duvert – Kiper
- Mike Rajasa – Bek
- Anggia Khofifah – Bek
- P Oktavia Ningrum – Bek
- Fathorrozi – Bek
- Ryan Farizzal – Gelandang
- dan 15 pemain lainnya yang terpilih
Skuad final berjumlah 23 orang, sesuai regulasi Asian Football Confederation (AFC) untuk turnamen U-17. Kurniawan menegaskan bahwa pemilihan pemain tidak hanya didasarkan pada performa teknik, melainkan juga pada kondisi fisik, kesiapan mental, serta kemampuan beradaptasi dengan taktik yang akan dihadapi.
Timnas Indonesia U-17 akan berada di Grup B bersama Jepang, China, dan Qatar. Grup ini dianggap sebagai “grup neraka” karena kualitas lawan yang seimbang dan berpotensi menghalangi jalur menuju tiket Piala Dunia U-17 2026. Kurniawan menuturkan bahwa fokus utama tim adalah memperbaiki penyelesaian akhir dan meningkatkan mental juang, dua aspek yang menjadi titik lemah pada turnamen ASEAN U-17 2026 lalu.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, Kurniawan menjadwalkan satu laga uji coba melawan tim senior Arab Saudi pada 28 April 2026. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi para pemain untuk menguji taktik defensif melawan tim dengan gaya permainan fisik, serta menilai efektivitas serangan balik yang menjadi ciri khas Tim Garuda Muda.
Dalam wawancara terpisah, Kurniawan menyampaikan target ambisiusnya: lolos dari grup dan mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026. “Jika kami berhasil menjadi dua besar grup, tiket otomatis kami dapatkan. Itu menjadi motivasi utama bagi setiap pemain,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan publik sangat penting, mengingat tekanan mental yang akan dihadapi saat bertanding di luar negeri.
Selain persiapan fisik, tim juga bekerja sama dengan psikolog olahraga untuk menguatkan mental pemain. Kurniawan menekankan bahwa rasa optimis harus tetap terjaga, mengingat tantangan berat di grup B. “Kami tidak mengabaikan fakta bahwa lawan‑lawan kami kuat, tetapi kami percaya pada proses latihan dan kesiapan mental yang telah dibangun,” kata pelatih.
Keputusan memotong enam pemain, termasuk Mierza yang sempat menjadi andalan pada turnamen AFF U-16, menimbulkan reaksi campur aduk di kalangan pengamat. Namun, Kurniawan menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan jangka panjang tim, agar tidak ada risiko cedera yang dapat menghambat performa di turnamen utama.
Dengan susunan akhir 23 pemain, timnas Indonesia U-17 siap menatap Piala Asia 2026 dengan harapan besar. Persiapan intensif, uji coba melawan tuan rumah Arab Saudi, serta dukungan mental yang terstruktur diharapkan dapat mengatasi tantangan grup B dan membuka peluang menuju Piala Dunia U-17.











