Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 30 April 2026 | Ronde ketiga Uber Cup 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, menyuguhkan drama menegangkan bagi Tim Beregu Putri Indonesia. Setelah menguasai grup C dengan mengalahkan Kanada, skuad yang dipimpin oleh Putri Kusuma Wardani (KW) menutup fase grup melawan Taiwan dengan skor tipis 3-2.
KW membuka laga pembuka melawan Chiu Pin‑Chian dan langsung mengamankan poin pertama bagi Indonesia lewat kemenangan dua set lurus 21‑17, 21‑17. Keberhasilan tersebut memberi keunggulan awal 1‑0. Namun, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti terpaksa menyerah di set kedua melawan pasangan Hsieh/Hung, menyamakan kedudukan 1‑1. Ni Kadek Pratiwi selanjutnya kalah melawan Lin Hsian Ti dari Taiwan dalam dua set yang berat, menjadikan skor 1‑2 untuk Indonesia.
Situasi kembali seimbang ketika pasangan Febi / Rachel menjuarai pertandingan keempat dengan tiga set menegangkan 11‑21, 22‑20, 21‑16, mengembalikan kedudukan menjadi 2‑2. Pada laga penentuan, Ester Wardoyo tampil sebagai pahlawan dengan mengalahkan Huang Yu‑Hsun dalam tiga set 15‑21, 21‑19, 21‑12, memastikan Indonesia menutup grup dengan kemenangan 3‑2.
Sementara itu, Tim Beregu Putri Indonesia juga mencatat kemenangan gemilang melawan Australia. Dalam pertandingan grup yang lain, Indonesia menguasai semua lima pertemuan (5‑0) melawan tim Australia, menegaskan dominasi teknis dan mental para pemain.
Keberhasilan menundukkan Taiwan dan Australia menjadikan Indonesia juara grup C dan membuka peluang besar di babak perempat final. Pada hari Rabu (29/4/2026), BWF menggelar undian perempat final, dan Indonesia dijadwalkan menghadapi tuan rumah Denmark pada Kamis (30/4/2026) malam. Menurut analis bulu tangkis Broto Happy Wondomisnowo, tidak bertemu Thailand di perempat final membuka peluang medali lebih lebar bagi skuad Indonesia.
Berikut rangkaian hasil penting Indonesia di fase grup:
| Pertandingan | Lawan | Skor |
|---|---|---|
| Putri KW vs Chiu Pin‑Chian | Taiwan | 21‑17, 21‑17 (Menang) |
| Amallia/Siti Fadia vs Hsieh/Hung | Australia | 11‑21, 13‑21 (Kalah) |
| Ni Kadek Pratiwi vs Lin Hsian Ti | Taiwan | 10‑21, 29‑30 (Kalah) |
| Febi/Rachel vs Hsu/Lin | Taiwan | 11‑21, 22‑20, 21‑16 (Menang) |
| Ester Wardoyo vs Huang Yu‑Hsun | Taiwan | 15‑21, 21‑19, 21‑12 (Menang) |
Di sisi lain, Tim Beregu Putra Indonesia mengalami kemunduran. Dalam ronde ketiga Thomas Cup 2026, tim yang menampilkan Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan rekan‑rekan lainnya tersingkir setelah kalah telak 4‑1 dari Perancis. Christie memulai dengan kekalahan melawan Christo Popov (19‑21, 14‑21). Alwi Farhan dan Anthony Ginting juga gagal menambah poin, sementara ganda Sabar/Reza kalah dua set lurus melawan pasangan Adam/Rossi. Hanya duet Fajar/Fikri yang berhasil meraih satu poin pada pertandingan terakhir.
Keberhasilan tim putri dan kegagalan tim putra memberikan gambaran kontras performa Indonesia di dua kompetisi bergengsi sekaligus. Namun, sorotan utama tetap pada skuad putri yang menunjukkan ketangguhan mental, terutama pada rubber game terakhir melawan Taiwan, serta kemampuan menutup grup tanpa cedera.
Dengan tiket perempat final di tangan, harapan besar mengalir ke para pemain. Pertandingan melawan Denmark diprediksi akan menjadi ujian berat mengingat kekuatan ganda dan tunggal Denmark yang berpengalaman. Jika Indonesia berhasil menyingkirkan tuan rumah, peluang untuk melaju ke semifinal dan bahkan menatap medali semakin terbuka lebar.
Secara keseluruhan, Uber Cup 2026 menjadi panggung bagi Putri Kusuma Wardani dan rekan‑rekan untuk mengukir prestasi, sekaligus menegaskan bahwa tim beregu putri Indonesia kini tidak lagi dapat diremehkan. Sementara itu, tim putra harus kembali menilai strategi dan persiapan menjelang turnamen berikutnya.











