Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Jakarta Pertamina Enduro (JPE) menutup rangkaian Proliga 2026 dengan mengukuhkan gelar juara setelah mengalahkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam dua leg grand final yang digelar pada 24–26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Kemenangan beruntun 3-1 pada leg pertama dan 3-0 pada leg kedua menegaskan dominasi tim asuhan pelatih Turki Bulent Karslıoğlu serta menyoroti peran penting sponsor utama, PT Pertamina (Persero).
Leg pertama menyajikan pertarungan sengit sejak set pertama. Megawati Hangestri, kapten tim putri Jakarta, membuka skor dengan serangan cepat yang memaksa pertahanan Gresik terpaksa beradaptasi. Namun, Gresik Phonska berhasil menyamakan kedudukan pada set kedua berkat serangan keras dari Mediol Yoku. Pada set ketiga, JPE menegaskan keunggulannya lewat kombinasi serangan servis-serve and spike yang terkoordinasi, mengakhiri set dengan 25-18. Leg kedua berlanjut dengan dominasi penuh JPE; set pertama berakhir 25-12, set kedua 25-10, dan set ketiga 25-9, menutup pertandingan dengan skor total 3-0 pada leg kedua.
Pelatih Bulent Karslıoğlu menilai kemenangan ini bukan sekadar hasil akhir, melainkan buah kerja keras yang konsisten sepanjang musim. “Setiap pemain memiliki peran khusus, dan sinergi tim kami terbukti dalam kemampuan menyesuaikan taktik di setiap set,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan, “Kami tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga pada pengembangan talenta lokal yang dapat bersaing di kancah internasional.”
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, memberikan apresiasi khusus kepada JPE, menegaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap olahraga nasional menjadi bagian integral dari strategi korporasi. “Keberhasilan JPE menunjukkan bahwa dengan disiplin, fokus, dan semangat juang, atlet Indonesia mampu meraih prestasi terbaik,” katanya. Sementara Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina, Andy Arvianto, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan: “Kemenangan ini menjadi bukti bahwa lingkungan yang mendukung dapat menghasilkan performa luar biasa. Kami berkomitmen terus mendorong pengembangan talenta di bidang olahraga.”
Suporter JPE, yang dikenal dengan sebutan “Enduro Mania”, mengisi arena dengan sorak sorai, bendera merah putih, serta nyanyian dukungan yang menggema hingga akhir pertandingan. Kapten Tisya Amallya Putri menutup sesi dengan kata-kata kebanggaan: “Sebagai juara bertahan, kami menyadari ekspektasi besar. Kami berhasil menjawabnya dengan kerja keras dan kepercayaan satu sama lain di lapangan. Ini semua kami persembahkan untuk para suporter yang setia.”
Sementara itu, Gresik Phonska Plus, yang dipimpin oleh kapten Mediol Yoku, tetap menunjukkan sportivitas tinggi meski harus menerima kekalahan. Yoku mengakui kesalahan tim pada set kedua leg pertama, menyatakan, “Kami membuat dua set lepas karena banyak kesalahan sendiri. Kami akan belajar dari pengalaman ini untuk kembali lebih kuat di musim berikutnya.”
Statistik akhir menunjukkan bahwa JPE menguasai 57% total poin dalam lima set yang dimainkan, dengan serangan spike rata-rata 21,3 poin per set, sementara Gresik mencatat efisiensi blok sebesar 3,8 per set. Kedua tim juga mencatat persentase serve ace yang tinggi, menandakan kualitas servis yang menjadi faktor penentu dalam pertempuran.
Keberhasilan JPE di Final Proliga 2026 tidak lepas dari dukungan luas dari grup Pertamina, meliputi PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Lubricants, hingga mitra non‑energi seperti PT Telkomsel dan PT Patra Logistik. Kolaborasi ini memastikan tim memiliki fasilitas latihan, peralatan, serta program kebugaran yang memadai, sehingga menambah nilai kompetitif di panggung nasional.
Secara historis, Proliga telah menjadi ajang penting dalam mengasah bakat voli putri di Indonesia. Dengan keberhasilan JPE kali ini, harapan akan peningkatan kualitas liga serta dorongan bagi generasi muda semakin kuat. Pemerintah dan lembaga olahraga diharapkan terus menyediakan infrastruktur, beasiswa, serta kompetisi berlevel internasional untuk memperluas eksposur pemain berbakat.
Dengan menutup musim 2026 dengan gelar beruntun, Jakarta Pertamina Enduro menyiapkan diri untuk tantangan selanjutnya, termasuk persiapan Asian Games 2026 dan kemungkinan penampilan di turnamen klub Asia. Keberlanjutan prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh atlet Indonesia, memperkuat semangat kebangsaan, dan menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga voli.











