Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan perubahan resmi pada jadwal undian Piala Asia 2027 yang akan menentukan grup-grup kompetisi utama. Penyesuaian ini berdampak pada proses kualifikasi Timnas Indonesia yang kini menanti hasil undian untuk merencanakan strategi menuju turnamen regional terbesar.
Pengumuman perubahan jadwal diluncurkan melalui kanal resmi AFC dan disebarluaskan di media sosial. Undian yang semula dijadwalkan pada awal Mei kini dijadwalkan ulang ke pertengahan Juni, memberi ruang tambahan bagi tim-tim Asia untuk memfinalisasi persiapan mereka. Jadwal baru mencakup tiga fase utama: fase pertama kualifikasi grup, fase kedua (play‑off) dan fase ketiga yang menentukan tim berhak melaju ke Piala Asia.
- Fase 1: 1–30 Agustus 2025
- Fase 2: 15 September – 15 Oktober 2025
- Fase 3: 1–30 Januari 2026
Perubahan ini memberi Timnas Indonesia, yang berada di zona Asia Tenggara, peluang untuk menyesuaikan formasi dan menguji pemain muda menjelang pertandingan penting melawan Vietnam dan Malaysia dalam kualifikasi grup.
Sementara itu, sorotan lain di dunia sepak bola Asia jatuh pada Tim Nasional Yordania. Setelah bertahun‑tahun berjuang untuk masuk Piala Dunia, Yordania akhirnya menorehkan debut pada Piala Dunia 2026 berkat penampilan impresif di Piala AFC 2023. Di bawah asuhan pelatih asal Maroko Jamal Sellami, tim yang dijuluki “Nashama” berhasil mengumpulkan 16 poin pada fase ketiga kualifikasi, mengalahkan Oman 3‑0 dan mengukir kemenangan telak 7‑0 melawan Pakistan. Hasil ini menempatkan Yordania di urutan kedua grup J Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Aljazair, dan Austria.
Jamal Sellami, yang sebelumnya menjuarai African Nations Championship 2018 bersama Maroko, mengubah taktik Yordania menjadi kombinasi serangan cepat dan pertahanan terorganisir. Selama dua tahun terakhir, tim hanya menelan dua kekalahan dalam 12 penampilan, yakni melawan Korea Selatan dan Irak. Keberhasilan ini menegaskan posisi Yordania sebagai tim yang diperhitungkan di kawasan Timur Tengah dan menambah kompetisi di Piala Dunia.
Di sisi lain, krisis sepak bola Malaysia tengah mengemuka setelah sanksi AFC yang menimpa federasi mereka. Meskipun detail sanksi belum diungkap secara lengkap, konsekuensi tersebut mengancam partisipasi klub-klub Malaysia di kompetisi AFC Champions League dan AFC Cup. Hal ini menambah tekanan pada PSSI untuk memastikan Timnas Indonesia tetap fokus pada jalur kualifikasi Piala Asia tanpa gangguan eksternal.
Jadwal kompetisi klub pada minggu 19–20 April 2026 juga menunjukkan kepadatan kalender, dengan AFF U17 2026, Liga Super Indonesia, serta laga-laga besar di EPL, Serie A, dan Bundesliga. Penumpukan pertandingan ini menuntut manajer tim nasional menyeimbangkan beban pemain antara kompetisi domestik dan internasional.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa perubahan jadwal undian Piala AFC dapat menjadi katalis bagi tim-tim Asia untuk meningkatkan persiapan taktis. Dengan mengoptimalkan waktu latihan, menguji skema formasi baru, dan memanfaatkan pertandingan persahabatan, Timnas Indonesia berpotensi menembus fase grup dan bersaing lebih kompetitif di turnamen utama.
Secara keseluruhan, dinamika AFC tahun ini mencakup penyesuaian jadwal penting, debut Yordania di panggung dunia, serta tantangan regulasi bagi Malaysia. Semua faktor tersebut menambah kompleksitas lanskap sepak bola Asia menjelang Piala AFC 2027 dan Piala Dunia 2026.











