OLAHRAGA

Imbang Persib Arema di GBLA: 5 Fakta Menarik yang Mengguncang Klasemen Super League

×

Imbang Persib Arema di GBLA: 5 Fakta Menarik yang Mengguncang Klasemen Super League

Share this article
Imbang Persib Arema di GBLA: 5 Fakta Menarik yang Mengguncang Klasemen Super League
Imbang Persib Arema di GBLA: 5 Fakta Menarik yang Mengguncang Klasemen Super League

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 26 April 2026 | Liga Super League 2025/26 menyuguhkan kejutan pada pekan ke-29 ketika Persib Bandung terpaksa menelan hasil Imbang Persib Arema pertama di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, berakhir 0-0, menghentikan rekor 14 kemenangan beruntun Persib di kandang. Sebanyak 29.814 penonton menyaksikan laga sengit tersebut, termasuk suporter Arema (Aremania) yang duduk berdampingan dengan Bobotoh di tribun timur dan selatan.

Berbeda dengan kebiasaan, Arema berhasil mencuri satu poin berharga, menjadi tim pertama yang menahan Singo Edan di GBLA pada musim ini. Pelatih Arema, Marcos Santos, memuji disiplin timnya, menyatakan bahwa lawan mereka, Persib, merupakan tim calon juara dengan kualitas pemain yang tinggi. “Kami tahu betapa sulitnya bermain di sini, 14 kali menang, namun strategi bertahan kami berhasil menahan serangan mereka,” ujar Santos dalam konferensi pers pasca laga.

Di pihak Persib, pelatih Bojan Hodak mengkritik kondisi lapangan yang menurutnya sangat buruk, menghambat kontrol bola. Ia juga menyoroti ketidakmampuan tim dalam menyelesaikan peluang, meskipun menciptakan 28 percobaan ke arah gawang lawan. Fitrah Maulana, yang masuk sebagai starter menggantikan Teja Paku Alam, mencatatkan penampilan keduanya di GBLA setelah debut gemilang melawan Borneo FC.

  • Rekor rumah Persib terhenti setelah 14 kemenangan beruntun.
  • Arema mencatatkan satu poin pertama di GBLA.
  • Persib masih memimpin klasemen dengan 66 poin (20M, 6S, 3K).
  • Arema berada di posisi kesepuluh dengan 39 poin (10M, 9S, 10K).
  • Suporter Arema menampilkan banner “Shut Up KDM” menuntut netralitas politik.

Statistik menunjukkan dominasi Persib dalam penguasaan bola, namun pertahanan Arema yang dipimpin kiper Lucas Frigeri tetap solid. Frigeri melakukan beberapa penyelamatan krusial, menjadikan gawangnya sebagai benteng tak tertembus. Di lini tengah, trio Thom Haye, Marc Klok, dan Lucho Guaycochea terus mengendalikan permainan, namun serangan mereka terhenti di sepertiga akhir lapangan.

Suasana tribun menambah warna pertandingan. Aremania dan Bobotoh bersaing memperebutkan ruang bersorak, sementara banner politik menambah nuansa sosial di antara sorakan sepak bola. Meski tidak ada gol, intensitas tetap tinggi, dengan peluang berulang kali muncul dari kedua sisi. Bojan Hodak melakukan pergantian pada menit ke-70, memasukkan Adam Alis dan Beckham Putra untuk menambah tekanan, namun Arema tetap bertahan dengan formasi rapat.

Hasil imbang ini menyisakan ketegangan bagi Persib yang kini unggul tiga angka dari pesaing terdekat. Dengan lima pertandingan tersisa, tekanan untuk mempertahankan posisi puncak semakin besar. Sementara itu, Arema dapat menatap masa depan dengan keyakinan, karena berhasil mengubah GBLA menjadi arena yang tidak lagi menjamin kemenangan otomatis bagi tuan rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *