Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 Agustus 2026 | Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 (BWF World Championships 2026) akan segera digelar di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026. Ajang ini menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia. Para pemain akan bersaing memperebutkan gelar juara dunia di lima sektor, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Indonesia kembali mengirimkan sejumlah pemain untuk bersaing di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Namun, komposisi tim Indonesia mengalami perubahan setelah pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil ditarik dari kejuaraan sebagai bagian dari penyesuaian skuad Indonesia.
Di tengah persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF 2026, isu dugaan pelanggaran integritas atau match fixing menjadi sorotan. Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengirimkan dokumen aturan baru kepada para pemain Indonesia untuk dipelajari secara saksama. Dokumen ini berisi aturan integritas yang harus dipahami dan diikuti oleh semua pemain.
Menurut Amri Syahnawi, pemain ganda campuran Indonesia, dokumen aturan tersebut telah didistribusikan kepada para pemain untuk dipelajari. "Ya selalu diperingatkan ya, terus juga terakhir berapa minggu lalu gitu, dikirim aturan baru ya, maksudnya dari BWF ke kami, buat ya untuk dipelajari lagi, karena banyak banget dan memang harus kami teliti lah, harus hati-hati," kata Amri.
Nita Violina Marwah, pasangan Amri, juga mengungkapkan bahwa pelatih berperan sebagai perpanjangan tangan dari pengurus PBSI untuk mengingatkan soal aturan integritas. "Jadi mungkin kami diingatkan dari pelatih, mungkin pengurus lewat pelatih, jadi pelatih ke atletnya gitu sih," tutur Nita.
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 menjadi edisi yang cukup spesial bagi India. New Delhi kembali menjadi tuan rumah setelah terakhir kali India menggelar Kejuaraan Dunia pada 2009. Dengan demikian, BWF World Championships 2026 menjadi kembalinya ajang tersebut ke India setelah 17 tahun.
Di sektor ganda campuran, Indonesia memiliki harapan besar untuk meraih prestasi yang lebih baik. Nova Widianto, yang kembali menjadi kepala pelatih sektor ganda campuran, memiliki tugas besar untuk meningkatkan prestasi pasangan-pasangan muda Indonesia. Performa pasangan-pasangan muda pun belum stabil, sehingga Nova Widianto harus bekerja keras untuk mempersiapkan mereka menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Kesimpulan, Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 menjadi ajang yang sangat penting bagi Indonesia, terutama di sektor ganda campuran. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang baik tentang aturan integritas, diharapkan para pemain Indonesia dapat meraih prestasi yang lebih baik dan membawa harum nama Indonesia di kancah bulu tangkis dunia.











