OLAHRAGA

Erick Thohir Persiapkan BRI Super League 2026/2027: Jadwal Baru, Tantangan Klub, dan Dampaknya pada Super League

×

Erick Thohir Persiapkan BRI Super League 2026/2027: Jadwal Baru, Tantangan Klub, dan Dampaknya pada Super League

Share this article
Erick Thohir Persiapkan BRI Super League 2026/2027: Jadwal Baru, Tantangan Klub, dan Dampaknya pada Super League
Erick Thohir Persiapkan BRI Super League 2026/2027: Jadwal Baru, Tantangan Klub, dan Dampaknya pada Super League

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 April 2026 | Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa BRI Super League 2026/2027 akan memulai kompetisi pada September 2026. Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang bagi Tim Nasional Indonesia berfokus pada Piala AFF 2026 yang berlangsung antara 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dengan penjadwalan ulang, liga diproyeksikan selesai pada Juni 2027, mencakup total sembilan bulan kompetisi.

Penyesuaian kalender ini bukan sekadar perubahan tanggal, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik. Thohir menambahkan, “Kebetulan Liga Indonesia, demi kepentingan Timnas Indonesia, baru bermain nanti pada September 2026,” sehingga jeda antara akhir kompetisi sebelumnya (Agustus 2025) dan musim baru akan mencapai hampir empat bulan. Jeda tersebut dimanfaatkan untuk menggelar turnamen pra-musim, yakni Piala Presiden 2026 edisi kedelapan.

Piala Presiden 2026 direncanakan kembali mengundang klub asing, melanjutkan tradisi edisi 2025 yang menampilkan Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand). Thohir menilai peningkatan peringkat Asia Liga Indonesia dari 25 ke 18 sebagai peluang untuk menarik lebih banyak klub internasional, sekaligus memperkaya pengalaman kompetisi bagi klub‑klub lokal.

Pertemuan pemilik klub (Owner Meeting) yang diadakan pada 16 April 2026 di Jakarta menegaskan sinergi antara federasi, operator (I.League), dan klub. Selama rapat, seluruh 18 pemilik klub membahas evaluasi hingga pekan ke‑27 serta langkah konkret untuk meningkatkan mutu kompetisi. Ferry Paulus, Direktur Utama I.League, menekankan pentingnya masukan klub dalam proses perbaikan, sementara Thohir menyoroti bahwa kualitas liga sangat dipengaruhi oleh kualitas klub.

Di samping agenda pengembangan, isu krusial muncul terkait PSBS Biak yang mengalami tunggakan gaji pemain selama dua hingga tiga bulan. Thohir menanggapi dengan menyatakan bahwa penyelesaian sengketa berada di bawah kewenangan I.League dan National Dispute Resolution Chamber (NDRC), badan arbitrase yang diakui FIFA. Mekanisme lisensi klub, yang mencakup kriteria keuangan, juga dijadikan alat pencegahan agar kasus serupa tidak terulang.

Berikut rangkaian langkah utama yang direncanakan untuk BRI Super League 2026/2027:

  • Kick‑off kompetisi pada September 2026, menyesuaikan dengan jadwal Piala AFF.
  • Penyelesaian kompetisi pada Juni 2027, memberi jeda empat bulan sebelum musim berikutnya.
  • Piala Presiden 2026 sebagai turnamen pra‑musim, dengan potensi undangan klub asing.
  • Peningkatan pendapatan klub melalui distribusi dana yang lebih besar dibandingkan musim sebelumnya.
  • Penegakan mekanisme penyelesaian sengketa gaji melalui I.League dan NDRC.

Strategi ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan liga, meningkatkan daya tarik komersial, serta memberikan dukungan optimal bagi Timnas Indonesia dalam kompetisi internasional. Thohir menutup pernyataannya dengan harapan bahwa sinergi antara federasi, operator, dan klub akan menjadikan BRI Super League lebih profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dengan jadwal yang telah disesuaikan, fokus pada peningkatan kualitas klub, serta penanganan isu keuangan secara transparan, BRI Super League berada pada posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan kompetisi domestik dan internasional di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *