Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 April 2026 | Semifinal Europa League musim 2025/2026 mempersembahkan duel klasik antara Nottingham Forest dan FC Porto yang berujung pada kemenangan dramatis Nottingham Forest dengan agregat 2-1. Pertandingan kedua yang digelar di City Ground pada 18 April 2026 menyaksikan Forest mengamankan kemenangan tipis 1-0 berkat gol tunggal, mengukir kembali jejak sejarah klub dalam kompetisi Eropa.
Di bawah asuhan Vitor Pereira, Forest menampilkan taktik menekan tinggi yang menutup ruang gerak pertahanan Porto. Gol penentu datang pada menit ke-68 melalui serangan balik cepat; striker utama, Taiwo Awoniyi, menembakkan bola lurus ke sudut kanan gawang setelah menerima umpan silang dari Morgan Gibbs-White. Keputusan wasit tidak menimbulkan kontroversi, meski beberapa suporter mengeluh tentang keputusan offside yang diperdebatkan.
Keberhasilan ini menandai penampilan keempat Forest di fase semifinal kompetisi Eropa. Sejak era kejayaan Brian Clough pada akhir 1970-an, klub bersejarah ini pernah menjuarai Liga Champions dua kali berturut‑turut (1978/1979 dan 1979/1980) serta menelusuri jejak kembali ke semifinal Piala UEFA 1983/1984, meskipun kalah karena skandal suap wasit. Kembali ke 2026, Forest menegaskan ambisinya untuk menambah trofi dengan mengandalkan kombinasi pengalaman dan energi muda.
Perjalanan menuju semifinal dimulai dari fase 32 besar, di mana Forest mengalahkan Liverpool 2-0 di kandang. Lalu, mereka menundukkan Grasshoppers dengan agregat 5-2, dan melanjutkan penampilan gemilang melawan AEK Athens (7-2) sebelum menyingkirkan FC Porto pada babak perempat final. Pada leg pertama di Porto, Forest sempat unggul 1-0 berkat gol dari James Tarkowski, namun Porto membalas 1-1 di akhir laga, memberi kesempatan bagi Forest untuk menambah satu gol lagi di leg kedua.
Namun, bukan hanya aksi di lapangan yang menjadi sorotan. Dua suporter Porto dilaporkan mengalami cedera serius setelah insiden di sekitar City Ground. Salah satu dari mereka mengalami patah tulang selangka, sementara yang lainnya harus menjalani operasi akibat patah rahang. Insiden ini terjadi saat suporter Porto berada di sebuah restoran di Nottingham, di mana mereka menjadi sasaran serangan kelompok suporter lokal. Polisi setempat menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dan kasus ini sedang diselidiki.
Penilaian individu pemain Porto setelah kekalahan 0-1 di leg kedua menunjukkan performa goalkeeper Diogo Costa yang mendapatkan nilai tujuh, menandakan penampilan cukup solid meski timnya gagal mencetak gol. Di sisi lain, pemain Forest seperti Gibbs‑White, Tarkowski, dan Awoniyi mendapat pujian atas kontribusi mereka dalam mengamankan tempat di final.
Sejarah panjang Forest dalam kompetisi Eropa memberikan konteks emosional bagi pendukung. Kenangan kemenangan atas FC Köln, Ajax Amsterdam, dan Hamburg di era Clough masih hidup dalam ingatan para legenda klub. Kini, dengan Vitor Pereira, tim berupaya menulis babak baru, menargetkan gelar pertama di era modern.
Jika Forest berhasil melaju ke final, mereka akan menjadi klub pertama sejak era 1980-an yang berhasil mencapai dua semifinal kompetisi Eropa dalam satu dekade. Kemenangan ini juga akan meningkatkan posisi klub di liga domestik, memberikan dorongan moral bagi pemain dan manajemen menjelang sisa musim Premier League.
Dengan segala dinamika on‑field dan off‑field, duel Nottingham Forest vs Porto menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kalender sepak bola 2026. Kedepannya, mata dunia akan terus menanti apakah Forest dapat melanjutkan perjalanan ke puncak trofi atau Porto kembali bangkit di babak berikutnya.











