OLAHRAGA

Drama Menegangkan Rangers vs Motherwell Goyang Puncak Persaingan Gelar Skotlandia

×

Drama Menegangkan Rangers vs Motherwell Goyang Puncak Persaingan Gelar Skotlandia

Share this article
Drama Menegangkan Rangers vs Motherwell Goyang Puncak Persaingan Gelar Skotlandia
Drama Menegangkan Rangers vs Motherwell Goyang Puncak Persaingan Gelar Skotlandia

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 April 2026 | Rangers menelan kekalahan tipis 3-2 di Ibrox pada laga akhir pekan melawan Motherwell, sebuah hasil yang menambah tekanan pada ambisi mereka merebut gelar Scottish Premiership. Pertandingan yang berlangsung pada Minggu malam itu menampilkan aksi seru, dengan Rangers terpaksa menebus ketertinggalan dua gol di babak pertama dan akhirnya harus menelan gol penentu dari Emmanuel Longelo pada menit tambahan.

Babak pertama dimulai dengan dominasi Motherwell. Lukas Fadinger dan Jordan McGhee menciptakan peluang berbahaya, sementara Djeidi Gassama Rangers hampir menjadi korban pelanggaran di dalam kotak penalti. Meskipun pelatih Rangers Danny Rohl menilai itu seharusnya menjadi penalti, wasit Kevin Clancy memutuskan tidak memberi tendangan penalti. Motherwell kemudian membuka keunggulan lewat gol pertama pada menit ke-23, diikuti gol kedua pada menit ke-38 yang membuat skor 2-0.

Rangers kembali bangkit pada babak kedua. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka menyamakan kedudukan lewat gol Djeidi Gassama pada menit ke-56 dan menambah satu gol lagi melalui serangan balik pada menit ke-70. Namun, upaya mereka terhenti ketika Emmanuel Longelo mengeksekusi tembakan melengkung yang memantul dan masuk ke gawang pada menit tambahan, memastikan kemenangan 3-2 bagi Motherwell.

Kontroversi penalti menjadi sorotan utama pasca-pertandingan. Rohl mengklaim Gassama digerakkan di dalam area oleh Lukas Fadinger tepat sebelum peluit akhir babak pertama. “Kaki Gassama berada di dalam kotak, mereka tidak melihatnya. Saya yakin itu harus penalti,” kata Rohl dalam konferensi pers. Namun, mantan wasit Premier League Dermot Gallagher menilai keputusan Clancy tepat, menegaskan bahwa kontak terjadi di luar area. “Referee berada di posisi yang tepat, keputusan itu sudah tepat,” ujarnya. Mantan pemain internasional Jay Bothroyd juga setuju, menambahkan bahwa pelanggaran memang ada, namun berada di luar kotak penalti.

Kekalahan ini menurunkan Rangers menjadi tiga poin di belakang Celtic dan empat poin di belakang Hearts, sementara Motherwell melaju mendekati zona atas dengan 71 poin. Berikut tabel sementara klasemen:

Tim Poin
Celtic 78
Hearts 76
Rangers 73
Motherwell 71

Rangers kini menghadapi pertandingan krusial melawan Hearts di Tynecastle pada Senin depan. Kemenangan akan menjadi penentu apakah mereka masih memiliki peluang untuk kembali menancapkan diri di puncak klasemen. Jika gagal, peluang mereka untuk merebut gelar akan sangat tipis, mengingat kompetisi yang semakin ketat.

Dari sisi taktik, Rangers menunjukkan kemampuan mencetak gol yang mengesankan, namun pertahanan mereka masih rentan. Mereka sering kali terjebak dalam transisi cepat lawan, terutama pada set‑piece. Motherwell, sebaliknya, menampilkan permainan yang terstruktur dan disiplin, memanfaatkan ruang di belakang lini belakang Rangers untuk menciptakan peluang berbahaya.

Para pendukung Rangers menyatakan kekecewaannya di media sosial, menuntut klarifikasi lebih lanjut tentang keputusan penalti. Sementara suporter Motherwell merayakan kemenangan yang meneguhkan posisi mereka di papan atas, menyoroti semangat juang tim yang kembali menemukan “mojo” mereka.

Kesimpulannya, hasil Rangers vs Motherwell menandai babak baru dalam perlombaan gelar musim ini. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berharga. Rangers harus segera memperbaiki pertahanan dan mengoptimalkan peluang penalti bila ada, sementara Motherwell dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus bersaing di puncak klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *