Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Babak kedua fase grup Copa Libertadores 2026 terus menyuguhkan aksi yang menegangkan di seluruh benua. Pada Rabu, 15 April, tiga laga penting berlangsung di Amerika Selatan, menambah dinamika klasemen grup F, H, dan D. Dari Brazil hingga Paraguay, para klub berjuang keras untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Palmeiras vs Sporting Cristal di Allianz Parque
Di Brasil, Palmeiras menjemput Sporting Cristal pada Kamis, 16 April, pukul 19.00 WIB di Allianz Parque. Setelah menumbuk hasil imbang 0-0 pada laga pembuka, Verdão berada di posisi ketiga grup F dengan tiga poin, di belakang pemimpin grup, Sporting Cristal, yang juga mengumpulkan tiga poin tetapi unggul selisih gol. Cerro Porteño menempati posisi kedua dengan tiga poin, sedangkan Junior Barranquilla berada di dasar klasemen dengan satu poin.
Pelatih Portugis Abel Ferreira, yang sempat ditangguhkan oleh STJD untuk kompetisi domestik, telah mendapatkan izin dari CONMEBOL untuk melatih tim dalam ajang internasional. Ferreira tetap mempertahankan susunan pemain yang sama dengan yang digunakan pada Derby Brasil terakhir, yang berakhir 0-0. Harapan besar tertuju pada lini serang Palmeiras untuk memecah kebuntuan dan memperbaiki posisi klasemen.
Rosario Central mengalahkan Libertad di Asunción
Sementara itu, di Paraguay, Rosario Central berhasil mencuri tiga poin penting setelah mengalahkan Club Libertad 1-0 pada pertandingan Grup H. Gol penentu datang pada menit ke-83 melalui tendangan akhir Enzo Copetti, yang mengamankan kemenangan pertama tim asal Argentina di kampanye Libertadores 2026.
Rosario Central sebelumnya hanya mencatat satu poin dari hasil imbang 0-0 melawan Independiente del Valle di kandang. Dengan kemenangan ini, mereka naik ke posisi kedua klasemen grup, bersaing ketat dengan pemimpin grup, Independiente del Valle, yang mengumpulkan empat poin berkat selisih gol. Libertad, yang dijuluki “Cabbage Growers”, mengalami kegagalan kedua setelah kalah 1-3 melawan Universidad Central di Caracas pada pekan pertama.
Performa defensif Rosario Central, khususnya kiper Jeremias Ledesma, mendapat pujian setelah beberapa penyelamatan krusial. Di sisi lain, pelatih Jorge Almirón menegaskan pentingnya konsistensi dan ketajaman dalam menyerang untuk melaju ke babak knock‑out.
Kejutan di Mineirão: Cruzeiro Tersingkir oleh Universidad Católica
Di Belo Horizonte, Mineirão menjadi saksi bagi pertandingan Grup D antara Cruzeiro dan Universidad Católica pada Rabu, 15 April. Tim asal Chile berhasil menumbangkan dua kali juara Brazil, Cruzeiro, dengan skor 2-1. Gol pembuka dicetak oleh Justo Giani pada menit ke‑30, memberikan keunggulan bagi Universidad Católica. Cruzeiro berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti Matheus Pereira pada menit ke‑60.
Namun, drama belum selesai. Jimmy Martínez menambah gol kemenangan pada tambahan waktu 90+4 menit, memastikan kemenangan tipis bagi Universidad Católica. Hasil ini menempatkan tim Chile di posisi kedua klasemen grup, di belakang Boca Juniors yang memimpin dengan empat poin, sementara Barcelona SC tetap berada di dasar grup.
Keberhasilan Universidad Católica mencerminkan kemampuan mereka untuk bangkit kembali setelah kalah 1-2 dari Boca Juniors pada pertandingan pertama. Di sisi lain, kekalahan ini menambah tekanan pada manajemen Cruzeiro yang berharap dapat memperbaiki performa di laga berikutnya.
Ringkasan klasemen dan implikasi
- Grup F: Sporting Cristal memimpin, diikuti Cerro Porteño, Palmeiras, dan Junior Barranquilla.
- Grup H: Independiente del Valle unggul, Rosario Central menempati posisi kedua, Universidad (Ekuador) di posisi ketiga, dan Libertad berada di dasar grup.
- Grup D: Boca Juniors memimpin, Universidad Católica berada di posisi kedua, Cruzeiro berada di posisi ketiga, dan Barcelona SC menempati posisi terakhir.
Dengan sisa dua pertandingan di fase grup, setiap poin menjadi sangat krusial. Palmeiras harus memanfaatkan laga kandang berikutnya untuk menghindari eliminasi dini, sementara Rosario Central berusaha mempertahankan momentum kemenangan mereka. Di Brazil, Cruzeiro harus mencari cara untuk bangkit kembali dan menutup celah dalam pertahanan mereka yang tampak rapuh.
Secara keseluruhan, fase grup Libertadores 2026 menunjukkan persaingan ketat antara klub-klub tradisional dan pendatang baru. Penampilan menonjol dari pemain muda seperti Enzo Copetti dan Jimmy Martínez memberi harapan baru bagi tim mereka, sementara pelatih berpengalaman seperti Abel Ferreira dan Jorge Almirón harus menyesuaikan taktik demi mencapai hasil maksimal.
Penggemar sepak bola di seluruh Amerika Selatan menantikan sisa fase grup dengan antisipasi tinggi, karena dua klub teratas dari masing‑masing grup akan melaju ke fase 16 besar, melanjutkan perjuangan untuk mengukir sejarah di panggung kontinen.











